25 Polisi Diperiksa Terkait Kekerasan di Tamansari Bandung

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 14:05 WIB
25 Polisi Diperiksa Terkait Kekerasan di Tamansari Bandung Polisi melakukan pengamanan dalam penggusuran di Tamansari, Bandung, Kamis (12/12). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri mengatakan 25 personel Polrestabes Bandung diperiksa untuk mengusut dugaan kekerasan oleh aparat pada penggusuran rumah warga RW 11, Tamansari, Kota Bandung, yang berakhir ricuh.

"Sekitar 25 orang [diperiksa] untuk mengetahui kedalaman peristiwa itu terjadi dari Polrestabes di Bandung. Dari internal dulu karena Propam fokus ke internal, nanti hasilnya disampaikan," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, di kantornya, Senin (16/12).

Senada, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyebut pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui soal prosedur standar operasi (SOP) pengamanan dan dugaan pelanggaran saat penggusuran tersebut.


"Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan, ada beberapa puluh personel Polrestabes diperiksa," kata dia.

"Apakah ada dugaan pelanggaran dan lain-lain. Propam [Polda Jawa Barat] sudah turun, nanti kita sampaikan [hasil pemeriksaannya]," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]
Pada Kamis (12/12), pihak Satpol PP Kota Bandung membongkar rumah sebagian rumah warga Tamansari yang diklaim sebagai aset Pemerintah Kota Bandung. Rencananya, di lahan tersebut akan dibangun rumah deret.

Setelah sempat diadang masyarakat dan sejumlah pemuda yang bersolidaritas, pembongkaran yang dilakukan sejak pagi hari tersebut sempat berjalan normal. Menjelang siang, kericuhan terjadi antara aparat kepolisian yang diminta membantu pengamanan dengan beberapa orang.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat pemukulan terhadap warga dan kelompok solidaritas penggusuran yang dilakukan oleh aparat keamanan. Salah satu video memperlihatkan seorang aparat menarik seorang warga ke arah kerumunan petugas, kemudian para petugas itu mengeroyok warga tersebut.

"Terkait dengan viralnya beberapa rekaman video yang diambil, bapak kapolres dan bapak kapolda sangat menaruh atensi terhadap tindakan-tindakan yang memang dirasakan tidak sesuai dengan tugas pokok kepolisian," kata Kabid Humas Polda Jabar Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (13/12) malam.


(dis/arh)