"Kami kembangkan dulu lah, saya enggak mau membuka kalau itu belum pasti ya," kata Agus di Gedung KPK C-1, Jakarta, Rabu (18/12).
Namun, Agus belum mau mengungkap sosok kepala daerah dalam laporan yang sudah diterima dari PPATK. Saat disinggung sosok kepala daerah tersebut dikabarkan berasal dari daerah tertentu, Agus enggan menjawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penetapan tersangka itu sendiri belum diumumkan KPK kepada publik. Agus menyatakan KPK memiliki kewenangan untuk mengusut perkara ini.
"Yang saya tahu orangnya satu itu. Kalau yang lain saya belum tahu," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin berharap agar lembaga negara tidak saling menyalahkan tentang polemik pencucian uang kepala daerah ini.
"Kita jangan saling menyerang antar lembaga sendiri. Kami mengingatkan, Pelaku kejahatannya (saja) tidak ngomong apa-apa. Aneh buat saya," kata Kiagus.
"Lembaga negara jangan saling menyalahkan," tegasnya kembali.
[Gambas:Video CNN]
Dia mengatakan PPATK setiap akhir tahun menyampaikan refleksi akhir tahun 2019. Itu, sambungnya, adalah pertanggungjawaban PPATKA ke publik atas kinerja pada tahun tersebut.
"Jadi tidak semata-mata mengundang wartawan dan mengungkap masalah ini," kata Kiagus.
PPATK, kata Kiagus, hanya ingin mengingatkan kepada kepala daerah agar tidak melakukan penyimpanan dana yang diduga hasil dari kegiatan ilegal ke kasino di luar negeri.