Syafii mengatakan mafia sudah mengakar dalam usaha migas di Indonesia. Dia berharap Ahok bisa memberi perhatian dan bertindak lebih tegas dengan jabatan barunya itu.
"Karena saya dianggap dekat dengan Ahok, maka saya diminta komunikasi. Mafia migas itu sebenarnya sudah negara dalam negara, sudah puluhan tahun. Jokowi, sekarang presiden kita, mengatakan kerugian negara sampai Rp1 triliun per bulan," kata Syafii dalam jumpa pers Maarif Award 2020 di Kantor Maarif Institute, Jakarta, Rabu (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Klaim Sudah Kenali 'Mafia' Migas |
Syafii percaya manusia pada dasarnya diciptakan untuk membedakan baik dan buruk. Namun saat ini, khususnya dalam urusan mafia migas, manusia Indonesia mengaburkan kebenaran.
"Ini suatu keterputusan fitrah bayi itu. Tidak bisa lagi membedakan mana yang pantas, mana yang prestasi, mana yang korupsi," tuturnya.
Meski mendapat pertentangan dari sejumlah pihak, namun Ahok tetap resmi bertugas di perusahaan plat merah tersebut. Dia resmi bekerja usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada Senin (24/11).
Ahok sendiri sebelum ditunjuk jadi Komisaris Utama sempat diisukan menjabat Direktur Utama Pertamina karena rekam jejaknya yang dianggap garang saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)