Para korban keracunan massal ini langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendapat laporan itu, tim BPBD bersama pihak Pemkab Asahan langsung ke lokasi. Tim kita juga membantu mengevakuasi warga ke rumah sakit untuk mendapat tindakan medis," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga.
Khaidir mengatakan berdasarkan pendataan yang mereka lakukan, tercatat jumlah korban terdampak keracunan hingga kini mencapai 241 orang. Rinciannya adalah rawat inap di Puskesmas Tinggi Raja: 30 orang, rawat jalan di Puskesmas Tinggi Raja 132 orang, dirujuk ke RSUD HAMS Kisaran 29 orang, dirujuk ke RSU Kartini Kisaran 4 orang, dan rawat jalan ke bidan desa sebanyak 46 orang.
"Tim hingga kini masih melakukan pendataan apakah masih ada warga yang keracunan namun belum dibawa ke rumah sakit. Kendala yang kita hadapi warga masih awam mengenai gejala keracunan dan ada kekhawatiran warga untuk berobat," kata dia.
Warga yang terdampak keracunan sebagian masih dalam observasi dan perawatan intensif
"Warga masih ada yang dirawat di rumah sakit. Namun ada juga sebagian yang pulang ke rumah masing-masing," ujar Khaidir.
Kasus keracunan massal itu masih diselidiki polisi. Sementara itu, sampel makanan juga telah diambil Dinkes Kabupaten Asahan.