Sekretaris MUI Jatim Mochamad Yunus mengatakan, kepastian soal tak adanya sweeping itu didapatnya usai pihaknya melakukan koordinasi dengan 78 ormas Islam, yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim.
"Saya kira kalau misalnya memaknai toleransi itu secara benar, maka tidak mungkin ada sweeping-sweeping itu. Toleransi itu adalah saling menghormati dan saling setuju terhadap perbedaan beragama," kata Yunus, ditemui di kantornya, Surabaya, Jumat (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Yunus juga meminta Muslim untuk tak mengucapkan selamat Natal terhadap orang yang merayakannya. Menurutnya hal itu berkaitan kuat dengan akidah dan kepercayaan agama masing-masing.
"Toleransi itu sepakat dan setuju di dalam masing-masing agama, sehingga ketika orang tidak mengucapkan selamat hari Natal, menggunakan menggunakan atribut perayaan mereka itu jangan disebut intoleran," katanya.
Di dalam Islam, kata dia, ucapan hari besar sama halnya akidah yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap ajaran agama tertentu. Dan jika umat Islam mengucapkan hal itu, maka ia khawatir akidah orang tersebut akan menjadi rusak.
"Jadi mengenai ucapan Natal karena ini masuk wilayah akidah, ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu, ini berpotensi merusak akidah kita," ujarnya. (frd/ain)