Kapal Pesiar Kandas di Raja Ampat Tak Gunakan Pemandu Lokal

CNN Indonesia | Minggu, 22/12/2019 03:33 WIB
Kapal pesiar yang kandas di Raja Ampat disebut tak melibatkan warga lokal sebagai pemandu dan belum membayar retribusi. Ilustrasi suasana wisata di Raja Ampat. (CNN Indonesia/ Aulia Diza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Raja Ampat menyatakan bahwa kapal pesiar berbendera asing, Aqua Blu, yang kandas di kawasan konservasi perairan nasional di Pulau Wayag, Raja Ampat, tidak menggunakan jasa pemandu wisata lokal.

Sekretaris HPI Raja Ampat Maikel Sada di Sorong, Sabtu (21/12), mengatakan bahwa seharusnya kapal Aqua Blu menggunakan jasa pemandu lokal yang lebih mengetahui seluk-beluk daerah dalam perjalanan wisata di Raja Ampat.

"Kalau sudah kandas di terumbu karang seperti ini mau katakan apa lagi. Kasihan sama masyarakat lokal yang selama ini berupaya menjaga alam mereka agar tidak rusak," katanya.


Ketua HPI Raja Ampat Ranny Iriani Tumundo menjelaskan, menurut peraturan kapal pesiar yang melakukan perjalanan wisata di Raja Ampat wajib memberitahu pemerintah daerah setempat dan memenuhi persyaratan administrasi sebelum mengunjungi destinasi wisata.

Kapal pesiar yang masuk ke Raja Ampat, ia melanjutkan, juga wajib membayar retribusi tanda masuk kawasan wisata kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

"Apabila kapal pesiar melakukan hal tersebut maka dinyatakan resmi melakukan perjalanan wisata di Raja Ampat. Selain itu, kapal pesiar juga harus mematuhi alur pelayaran dan melibatkan masyarakat lokal yang menjadi pemandu wisata," katanya.

Kapal pesiar Aqua Blu dilaporkan kandas di terumbu karang kawasan konservasi perairan nasional (KKPN) pulau Wayag, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Kamis (19/12).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Raja Ampat, M Said Soltief saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui kapal tersebut masuk ke Raja Ampat karena belum melapor dan belum membayar retribusi.

"Setiap kapal tujuan wisata di Raja Ampat wajib melapor di Waisai dan membayar retribusi Tanda Masuk Kapal Wisata dengan rekomendasi Dinas Perhubungan. Kapal Aqua Blu belum melapor dan membayar retribusi sehingga kami belum mengetahui bahwa kapal tersebut masuk berwisata di Raja Ampat," ujarnya.

Terkait informasi bahwa kapal Aqua Blu tergabung dalam Asosiasi Jaringan Kapal Rekreasi (Jangkar) yang beroperasi di Raja Ampat, ketua Asosiasi Fatiyah Suryani Mile mengatakan bahwa kapal tersebut belum menjadi anggota Jangkar.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)