Misa Natal di Mata Bocah Muslim Hideyoshi

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 11:25 WIB
Seorang pegiat toleransi beragama Islam Milastri, mengajak anaknya untuk menghadiri Misa Malam Natal 2019. Seorang pegiat toleransi beragama Islam Milastri, mengajak anaknya untuk menghadiri Misa Malam Natal 2019. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Matahari Jakarta hampir terbenam saat Mila menuntun anak laki-lakinya, Hideyoshi Kijaura Demila atau Kije mendatangi Gereja Santa Theresia, Menteng, Jakarta. Mereka berencana menghadiri undangan Misa Malam Natal dari Romo Hariyanto.

Sesaat sebelum memasuki area gereja, Mila berhenti sejenak. Ia merapikan sarung dan peci yang dipakai Kije. Mila juga sempat memastikan kerudung yang ia kenakan rapi sebelum masuk gereja.

Pemilik nama lengkap Milastri Muzakkar itu adalah seorang muslim, begitu pun putranya Kije. Dia adalah seorang pegiat toleransi yang merintis komunitas lintas agama bernama Generasi Litrat.


Kehadirannya sempat membingungkan pihak keamanan gereja. Namun itu tak berlangsung lama setelah perwakilan gereja menjemputnya.

"Tamu Romo Hariyanto," kata seorang pelayan gereja kepada aparat keamanan.

Mila dan Kije pun memasuki gereja Katolik itu dan duduk di kursi tamu undangan. Mereka duduk di mezanin sembari menyaksikan ibadah malam Natal.


Kije yang masih berusia empat tahun tak bisa menutupi rasa keingintahuannya. Dengan wajah polosnya, Kije menyibukkan Mila dengan berbagai pertanyaan seputar ibadah Misa.

"Ini apa sih, Ma?" tanya Kije.

"Ini lagi berdoa. Kalau kita kan di masjid berdoa. Mereka juga berdoa," ucap Mila.

Rentetan pertanyaan tak henti-hentinya dilontarkan Kije. Hingga Misa Malam Natal usai dan mereka secara khusus diundang ke depan jemaah.

[Gambas:Video CNN]

Bersama anggota komunitas Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) lainnya, Mila dan Kije diminta menyampaikan pesan toleransi antarumat beragama. Bahkan secara khusus Kije menjadi pemberi bunga simbolis kepada Romo Hariyanto.

"Ini menunjukkan kita masih di Indonesia yang benar," kata Hariyanto diiringi tepuk tangan ribuan jemaah.

Setelah menghadiri Misa, Mila berbagi cerita kepada CNNIndonesia.com. Dia bilang, ini kali ketiga dirinya membawa Kije ke perayaan hari besar agama lain. Sebelumnya, Kije pernah berkunjung ke Wihara dan Gereja Katedral.

Mila berkata sengaja mengenalkan toleransi ke anaknya sejak kecil. Hal itu ia lakukan karena potret intoleransi yang ia saksikan di lingkungannya.

"Berdasarkan penelitian, pengalaman, di rumah saya saja kan di kampung, ada anak-anak beragama Islam dan satu anak Kristen, (mengejek) 'Ih Kristen, ih Kristen.' Saya enggak mau Kije seperti itu," kata Mila.


Menurutnya, pelajaran hidup apapun akan lebih baik diterapkan sejak dini. Ia ingin Kije sudah bisa memahami keberagaman di sekitarnya sejak kecil.

Mila juga meyakini pengajaran toleransi sejak kecil tidak akan mengganggu keimanan. Sebab sejak awal Kije telah diajari dasar-dasar ajaran Islam. Pengalaman bergaul dengan agama lain diberikan agar ia bisa saling menghargai.

"Itu sudah pasti, dari awal dikasih tahu Kije itu orang Islam, tuhannya Allah. Dia juga belajar mengaji, salat, membaca kisah-kisah Nabi Muhammad. Jadi ibadah sudah diajarkan sejak pertama, tapi dia juga harus tahu ada yang lain," ucap Mila.

(dhf/asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK