BNPB Sebut Belum Dapat Laporan Banjir Rob di Pesisir Jakarta

CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 11:59 WIB
BNPB Sebut Belum Dapat Laporan Banjir Rob di Pesisir Jakarta Gelombang tinggi air laut di pesisir Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan belum mendapat laporan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait banjir rob yang disebut bakal melanda bagian utara Jakarta.

"Kita cek belum ada laporan, biasanya pemerintah DKI Jakarta itu mengeluarkan pemantauan tinggi muka air yang live. Jadi, kita bisa pantau ada kenaikan [air] di mana, ada banjir di mana," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Prabowo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1).

Lebih lanjut, menurut pantauan BNPB melalui situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ketinggian air terbilang masih diambang normal di sejumlah pintu air di pesisir Jakarta seperti Waduk Pluit, Pos Angke Hulu, dan Pos Sunter Hulu.


Kendati demikian, data terakhir menunjukkan bahwa pukul 09.00 WIB pintu air Pasar Ikan berstatus Siaga III karena ketinggian air mencapai 205 sentimeter (Cm). Melewati batas normal yakni 171-200 sentimeter (Cm).

"Kalau kita lihat enggak ada masalah [tinggi muka air], sebelah utara ada tinggi tapi siaganya oranye [Pasar Ikan] itu siaga III," pungkas Agus.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan guna mengantisipasi banjir rob, pihaknya telah menyiapkan 120 pompa mobile di lokasi yang berpotensi terdampak rob.

[Gambas:Video CNN]

Hal ini merespons perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut daerah pesisir Jakarta Utara akan mengalami air pasang maksimum pada 9-11 Januari.

"Pompa mobile 120, dimana yang diperlukan akan siap untuk difungsikan dengan mobilisasi," kata dia usai melakukan tinjauan ke Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada 9 Januari.

Selain itu, Saefullah mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta Kelurahan, Kecamatan, Kota membuat posko siaga sehingga informasi awal dan deteksi dini yang diinfokan oleh BMKG Ke BNPB bisa sampai ke masyarakat secara akurat dan tepat waktu.

Pasang maksimum yang diperkirakan BMKG akan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada 9 Januari, pukul 10.00-11.00 WIB pada 10 Januari, dan pukul 11.00 WIB pada 11 Januari 2020. Air pasang maksimum ini diduga akan mengakibatkan rob dan bisa memperparah banjir di Jakarta.

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim Eko Prasetyo mengatakan daerah Muara Baru di Jakarta Utara bahkan bisa mengalami banjir rob dua kali dalam sebulan. Muara karang termasuk daerah yang langganan terkena banjir rob.

"Jakarta Utara dan beberapa pesisir Jawa Tengah seperti Pekalongan, Tegal, Semarang dan Surabaya sering terkena banjir rob. Tapi tidak semua daerah saat pasang maksimum terjadi banjir rob," kata Eko saat dihubungi CNNIndonesia.com, 3 Desember 2019 lalu. (din)