"Kita cek belum ada laporan, biasanya pemerintah DKI Jakarta itu mengeluarkan pemantauan tinggi muka air yang live. Jadi, kita bisa pantau ada kenaikan [air] di mana, ada banjir di mana," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Prabowo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1).
Lebih lanjut, menurut pantauan BNPB melalui situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ketinggian air terbilang masih diambang normal di sejumlah pintu air di pesisir Jakarta seperti Waduk Pluit, Pos Angke Hulu, dan Pos Sunter Hulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat enggak ada masalah [tinggi muka air], sebelah utara ada tinggi tapi siaganya oranye [Pasar Ikan] itu siaga III," pungkas Agus.
[Gambas:Video CNN]
Hal ini merespons perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut daerah pesisir Jakarta Utara akan mengalami air pasang maksimum pada 9-11 Januari.
"Pompa mobile 120, dimana yang diperlukan akan siap untuk difungsikan dengan mobilisasi," kata dia usai melakukan tinjauan ke Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada 9 Januari.
Pasang maksimum yang diperkirakan BMKG akan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada 9 Januari, pukul 10.00-11.00 WIB pada 10 Januari, dan pukul 11.00 WIB pada 11 Januari 2020. Air pasang maksimum ini diduga akan mengakibatkan rob dan bisa memperparah banjir di Jakarta.
Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim Eko Prasetyo mengatakan daerah Muara Baru di Jakarta Utara bahkan bisa mengalami banjir rob dua kali dalam sebulan. Muara karang termasuk daerah yang langganan terkena banjir rob.
"Jakarta Utara dan beberapa pesisir Jawa Tengah seperti Pekalongan, Tegal, Semarang dan Surabaya sering terkena banjir rob. Tapi tidak semua daerah saat pasang maksimum terjadi banjir rob," kata Eko saat dihubungi CNNIndonesia.com, 3 Desember 2019 lalu. (din/evn)