Istana Minta Tak Pertentangkan Jokowi dan Anies Soal Banjir

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 16:09 WIB
Istana Minta Tak Pertentangkan Jokowi dan Anies Soal Banjir Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Anies Baswedan beda pendapat soal penyebab banjir Jabodetabek. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta publik tidak memperdebatkan perbedaan pandangan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penyebab banjir di Jabodetabek. Ia meminta seluruh pihak fokus pada proses penanganan pascabanjir.

Menurut Moeldoko, perbedaan pendapat soal faktor dan cara penanganan banjir merupakan hal yang wajar. Sebab, banjir tahun baru terjadi karena berbagai faktor seperti yang disebutkan dua pemimpin itu.

"Semua tentu punya keinginan untuk mengatasi persoalan banjir, jadi jangan diperdebatkan dan dipertentangkan, itu tidak penting," ujar Moeldoko kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/1).


"Yang penting, sebenarnya Presiden hanya memberi pelajaran ke publik bahwa sampah juga perlu hati-hati dan bisa menjadi penyebab banjir, ini yang ke depan perlu dievaluasi," lanjutnya.

Kendati begitu, Moeldoko tidak membantah bila ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebab banjir. Salah satunya cuaca ekstrem yang juga diungkap oleh Anies Baswedan.

[Gambas:Video CNN]
"Memang kemarin ada kondisi cuaca yang cukup ekstrem, tapi presiden juga mengingatkan bahwa sampah jadi salah satu penyebab banjir juga. Jadi tidak ada yang perlu diperdebatkan," katanya.

Ketimbang memperdebatkan beda pendapat antara Jokowi dan Anies, Moeldoko meminta semua pihak fokus pada upaya-upaya penyelesaian bencana banjir.

"Jadi tinggal bagaimana ada sinergitas pikiran dan tindakan di lapangan ke depan," imbuhnya.

Sebelumnya, Jokowi menyebut penyebab banjir pada awal tahun ini di antaranya adalah karena kerusakan ekosistem dan ekologi, serta masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Pandangan ini kemudian dibantah oleh Anies. Menurutnya, beberapa titik banjir di beberapa wilayah justru bukan daerah dengan produksi sampah yang cukup tinggi. Ia melihat banjir lebih terjadi karena cuaca ekstrem.

"Halim itu setahu saya enggak banyak sampah. Tapi, bandaranya kemarin tidak bisa berfungsi. apakah ada sampah di bandara? Rasanya tidak. Tapi, Bandara Halim kemarin tidak bisa digunakan," kata Anies.

(uli/arh)