Namun, dana APBD dari pos angaran belanja tak terduga (BTT) itu bisa digunakan asal pemda menyatakan status tanggap darurat. Hal itu, kata Tito, sudah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi ketika Wali Kota Rahmat Effendi menetapkan status tanggap bencana.
"Di Jabar juga ada anggaran itu (BTT), ditambah dengan sisa anggaran tahun lalu, di DKI juga ada sisa anggaran tahun lalu dan BTT, di Banten juga ada. Namun memang pengeluaran itu harus dinyatakan tanggap darurat situasi itu," kata Tito usai meninjau lokasi banjir di Jati Asih, Kota Bekasi, Jumat (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain BTT, Syarifuddin mengatakan kepala daerah juga bisa mengotak-atik anggaran yang ada untuk menyediakan dana penanggulangan banjir.
"Diskresi sudah ada di kepala daerah. Kalau belanja tidak terduga tidak cukup, lantas tidak megambil langkah? Kan tidak mungkin. Langkah apa yg bisa diambil? Misalnya pergeseran anggaran," tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah daerah di sekitar DKI Jakarta dilanda banjir usai hujan deras mengguyur Ibu Kota sejak malam pergantian tahun. Posko banjir Jakarta mencatat jumlah pengungsi banjir di seluruh wilayah DKI Jakarta mencapai angka 31.232 orang hingga Rabu, (1/1) malam.
[Gambas:Video CNN]
Sementara Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebut jumlah korban terdampak banjir Jakarta dan sekitarnya mencapai 62.443 ribu jiwa yang tersebar di 302 titik pengungsian.