Anies Akui Pompa Jakarta Tak Mampu Hadapi Cuaca Ekstrem

CNN Indonesia | Minggu, 05/01/2020 16:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui jumlah pompa di DKI Jakarta tak sebanding dengan curah hujan yang ekstrem mengguyur DKI. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa pompa air di Jakarta tak mampu menghadapi cuaca ekstrem. Hal ini diungkapkan Anies menyusul sejumlah pompa yang dikabarkan tidak sanggup menampung debit air.

"Tentu dengan curah hujan yang ekstrem maka kemampuan pompa untuk mengalirkan dibandingkan dengan hujan yang jatuh memang tidak seimbang, jadi itu faktanya," kata Anies di Kampung Makassar, Jakarta, Minggu (5/1).

Namun Anies tak berbicara banyak mengenai permasalahan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa DKI sebisa mungkin bekerja menyedot air banjir menggunakan dengan pompa yang ada, salah satunya dengan penggunaan pompa secara bergantian.


"Sekarang kita sesegera mungkin menyelesaikan dan kita kerjakan dengan kapasitas yang ada jangan sampai pompa kemudian menjadi gagal di jalan, karena itu pergantian," jelas Anis.

"Anda perhatikan misalnya di pasang 10 pompa pada saat yang sama hanya dinyalakan 7 dan 3 istirahat nanti gantian istirahatnya semata-mata supaya tidak terjadi kegagalan pompa," lanjut Anies.

Di tempat yang sama, Anies menjawab prediksi Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) soal cuaca ekstrem hanya dengan mempersiapkan pompa air. Diketahui sebelumnya BMKG memprediksi bahwa cuaca ekstrem kembali terjadi pada pekan depan.

"Seperti juga kemarin, ketika hujan lebat tanggal 31 Desember dan 1 Januari, maka semua rumah pompa itu berfungsi. Semua dikerjakan," jelas Anies.

Menurut Anies, pompa air memiliki peran paling besar selamatnya Jakarta dari banjir. Hal ini kata Anies dibuktikan dari sekitar 85 persen kawasan Ibu Kota yang diklaim Anies bebas banjir.

Menurutnya, sebanyak 85 persen kawasan Jakarta tidak banjir karena memiliki pompa yang bekerja dengan baik.
[Gambas:Video CNN]
"Ada 15 persen yang terdampak, dan 15 persen itu ada di bawah 1 persen yang ketinggian airnya di atas 1,5 meter. Artinya secara sistem, kesiapan kita Alhamdulilah baik. Besok kita akan lebih siaga lagi terutama di tempat-tempat yg memiliki resiko ekstra," beber dia.

Sejauh ini Jakarta memiliki 478 pompa di 176 titik lokasi. Dari angka itu ada sekitar 122 pompa mobile dan diklaim Anies semuanya dalam keadaan optimal.

Pompa ini disebut Anies digunakan di daerah yang kering dari banjir. Salah satunya tempat yang dicontohkan Anies ialah Kemang yang hujan deras namun tidak banjir karena keberadaan pompa.

"Karena pompa mobile kita bekerja di Kemang Raya dan mengangkat terus menerus kali krukut dengan kecepatan yg diforsir, karena itu kemudian teramankan ini terjadi di 85 persen wilayah Jakarta yang semuanya itu mengalami hujan di tempat-tempat itu kita berhasil," ujar Anies.

"Sementara tempat yang curah hujannya ekstrem seperti disini (Kampung Makassar) antara pompa mengalirkan dengan hujan yang jatuh enggak seimbang, insyallah kita akan catat semua tempat yang beresiko tinggi," tutup Anies. (ctr/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK