Cuaca Buruk, Helikopter Jokowi Batal Mendarat di Bogor

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 05/01/2020 12:44 WIB
Presiden Jokowi batal memberikan bantuan logistik ke Sukajaya, Bogor setelah helikopter yang ditumpanginya balik kanan karena cuaca buruk. Presiden Joko Widodo. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia -- Helikopter yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto balik kanan atau batal mendarat di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat karena cuaca ekstrem.

Jokowi sebelumnya mengagendakan kunjungan ke Sukajaya untuk memberikan bantuan logistik kepada warga korban banjir.

"Setengah jam kemudian balik ke Ats (Atang Sanjaya) setelah take off sekitar jam 08.30 WIB. Tapi tidak tahu lanjut ke mana setelah dari sini," ujar Komandan Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja (Ats), Letkol Pnb Risdiyanto, Minggu (5/1) dikutip dari Antara.


Risdiyanto mengatakan pada Minggu pagi ada tiga unit helikopter yang diberangkatkan dari Lanud Atang Sanjaya. Risdiyanto merinci, satu rombongan presiden, dan dua lainnya ditumpangi Bupati Bogor, Ade Yasin dan digunakan untuk mengangkut logistik dengan tujuan ke lokasi yang terdampak bencana yaitu Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Meski helikopter rombongan presiden balik kanan, tapi dua helikopter lainnya tetap bisa mendarat. Menurutnya, cukup berisiko jika helikopter rombongan presiden dipaksakan menembus cuaca ekstrem.

"Di sana memang cuacanya parah. Waktu hari Jumat kemarin juga saya kesulitan masuk untuk antar logistik, tapi dipaksakan akhirnya bisa masuk," kata Risdiyanto.

Menurutnya, hingga kemarin sore akses menuju kantor Kecamatan Sukajaya, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, mulai dari posko bencana Desa Sukamulih.
[Gambas:Video CNN]
Kondisi tersebut membuat pasokan logistik untuk pengungsi di wilayah Desa Pasir Madang hingga Cileuksa tersendat dan hingga kini pengiriman utama logistik masih mengandalkan jalur udara, karena jalan utama tertimbun longsoran tanah di beberapa titik.

Sebelumn ya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, bertambah menjadi 60 orang. Dua orang masih hilang hingga Sabtu (4/1).

Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 53 korban meninggal dunia dalam bencana banjir dan tanah longsor.

"Jumlah korban per tanggal 4 Januari 2020, pukul 18.00 WIB, sebanyak 60 orang meninggal dan dua orang hilang," imbuh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dari keterangan tertulis, Minggu (5/1). (ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK