Rumah Antik Sitaan Kejagung di Solo Diusulkan Jadi Pusat Seni

CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 04:17 WIB
Rumah antik, Dalem Joyokusuman, yang disita Kejagung dari eks Dirut Bulog diusulkan menjadi pusat kegiatan budaya dan seni. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Solo, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menilai rumah antik sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Dalem Joyokusuman di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jateng berpotensi menjadi pusat seni dan budaya.

Bangunan hibah dari Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tahun 2016 itu selain memiliki arsitektur Jawa yang kental juga dilengkapi fasilitas penginapan dan panggung terbuka.

"Saya bayangkan kalau ini menjadi semacam hotel butik begitu dan bisa dikelola secara bisnis dengan baik, ini bisa menjadi pusat event. Khususnya event budaya," ucap Ganjar, Solo, Minggu (5/1).


Dalem Joyokusuman disita Kejagung dari eks Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Widjanarko Puspoyo atas kasus suap impor daging sapi dari Australia pada 2006 silam.

Setelah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB), aset senilai Rp 26,8 miliar itu dihibahkan kepada Pemkot Solo tahun 2016. Bangunan peninggalan cucu Pakubuwana X, GPH Jayakusuma itu memiliki arsitektur Jawa Klasik.

Rumah utama dilengkapi pendopo yang cukup luas. Halaman belakang yang dahulu berfungsi sebagai tempat tinggal untuk para abdi dalem kini direnovasi menjadi guest house.

Dengan fasilitas yang dimiliki, Ganjar menilai Dalem Joyokusuman memiliki potensi dikelola sebagai pusat kegiatan dengan didukung sarana penginapan. Profit dari sana, kata dia, bisa menutup beban pemeliharaan bangunan kuno yang tidak murah. Ganjar pun menyarankan Pemkot Solo membentuk manajemen profesional yang diisi orang-orang yang sudah berpengalaman.

Terpisah, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot telah merenovasi Dalem Joyokusuman kurun waktu 2017-2018.

[Gambas:Video CNN]
Renovasi tahap pertama didanai APBN menyasar pendopo, lojen, pringgitan, dan bangunan pendukung di kanan kiri bangunan utama. Di tahap kedua Pemkot merenovasi bangunan-bangunan di halaman belakang dengan dana APBD.

"Ini belum selesai semua. Tapi sudah kita manfaatkan. Siapapun yang mau pakai silakan, asal tidak dipakai untuk nikahan. Tapi untuk menuju yang disampaikan Pak Ganjar tadi memang belum. Kita tunggu sampai renovasi selesai semua dulu," kata dia.

(syd/kid)