Bangunan hibah dari Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tahun 2016 itu selain memiliki arsitektur Jawa yang kental juga dilengkapi fasilitas penginapan dan panggung terbuka.
"Saya bayangkan kalau ini menjadi semacam hotel butik begitu dan bisa dikelola secara bisnis dengan baik, ini bisa menjadi pusat event. Khususnya event budaya," ucap Ganjar, Solo, Minggu (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan fasilitas yang dimiliki, Ganjar menilai Dalem Joyokusuman memiliki potensi dikelola sebagai pusat kegiatan dengan didukung sarana penginapan. Profit dari sana, kata dia, bisa menutup beban pemeliharaan bangunan kuno yang tidak murah. Ganjar pun menyarankan Pemkot Solo membentuk manajemen profesional yang diisi orang-orang yang sudah berpengalaman.
Terpisah, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot telah merenovasi Dalem Joyokusuman kurun waktu 2017-2018.
[Gambas:Video CNN]
Renovasi tahap pertama didanai APBN menyasar pendopo, lojen, pringgitan, dan bangunan pendukung di kanan kiri bangunan utama. Di tahap kedua Pemkot merenovasi bangunan-bangunan di halaman belakang dengan dana APBD.
"Ini belum selesai semua. Tapi sudah kita manfaatkan. Siapapun yang mau pakai silakan, asal tidak dipakai untuk nikahan. Tapi untuk menuju yang disampaikan Pak Ganjar tadi memang belum. Kita tunggu sampai renovasi selesai semua dulu," kata dia.
Lihat juga:Rumah Habibie di Parepare akan Jadi Museum |