Pernyataan Rudi itu terungkap dalam salah satu potongan video yang viral di media sosial Twitter @lawan077. Video itu diketahui diambil saat acara diskusi bersama relawan Jokowi dan diunggah secara lengkap oleh channel YouTube Cokro TV pada 1 Januari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kelompok kita itu terlalu banyak. Di kelompok sebelah hanya satu. Itu kelebihan mereka. Mereka begitu solid. Mereka begitu sabar dan kita tercerai berai," kata Rudi.
[Gambas:Twitter]
Melihat hal itu, Rudi berharap kelompok di barisan Jokowi bisa kompak. Sebab, sampai saat ini belum tahu siapa yang akan dicalonkan.
"Ada Pak Tito, ada Pak Ganjar," ucapnya.
"Ada Pak Denny Siregar, ada Pak Ade Armando, gitu ya. Kalau Pak Ade jadi presiden, wakilnya Fahira [Idris] pasti. Itu akan damai Indonesia," seloroh Rudi.
"Jangan pernah mau terpecah belah. Jokower itu sering terpecah belah dalam banyak hal," cetus Rudi.
Pada kolom komentar unggahan @lawan007 itu, sejumlah warganet pun menyindir para Jokower yang tak punya calon untuk menandingi Anies.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rudi membenarkan pernyataannya tersebut. Rudi mengatakan para pendukung Jokowi harus mulai membangun solidaritas dan kekompakan untuk Pilpres 2024. Ia tak ingin kasus Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu terulang kembali.
Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu menunjukkan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat kalah dari pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno. Banyak pendukung Jokowi mendukung pasangan Basuki-Djarot kala itu.
"Artinya bukan berarti saya mengunggulkan Anies bukan. Saya terus terang saja secara pribadi tak mendukung Anies," tambah dia.
Melihat hal itu, Rudi ingin agar para pendukung Jokowi bisa mencari sosok yang tepat untuk konsolidasi kekuatan guna menghadapi Anies.
[Gambas:Video CNN]
"Saya menginginkan harus ada lawan atau kompetisi yang seimbang untuk menghadapi Anies dalam pilpres. Saya imbau kelompok di luar Anies memunculkan soliditas untuk mengusung calon," kata dia.
Lebih lanjut, Rudi menyinggung nama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai sosok potensial untuk dicalonkan di Pilpres 2024.
"Saya mengakui rekam jejak beliau-beliau saya kira layak dicalonkan. Masuk radar. Tapi kan politik dinamis, butuh dukungan politik dari parpol lain," kata dia. (rzr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian