Natuna Masih Panas, TNI Kirim 4 Jet Tempur F-16

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 14:53 WIB
Natuna Masih Panas, TNI Kirim 4 Jet Tempur F-16 Ilustrasi jet tempur F-16 milik Indonesia (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Jakarta, CNN Indonesia -- TNI Angkatan Udara mengirim 4 pesawat jet tempur jenis F-16 dari Skadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin ke wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Keempat pesawat itu dikirim untuk melakukan patroli.

"Empat pesawat F-16 berangkat sekarang," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka di Pekanbaru, Riau, mengutip Antara, Selasa (7/2).

Seluruh pesawat jet tempur buatan Amerika Serikat berpatroli dengan nama sandi Operasi Lintang Elang 20. Pesawat yang juga merupakan salah satu andalan armada udara Indonesia itu selama ini memang kerap dipakai untuk menjaga kedaulatan Indonesia.


"Ini sebenarnya operasi rutin di wilayah barat yang kita geser ke Natuna," ujar Ronny.

Ronny menjelaskan bahwa pengerahan empat jet tempur F-16, enam penerbang serta puluhan personel TNI Angkatan Udara ke Natuna dilakukan atas perintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Ke depannya, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Riau juga siap mengerahkan seluruh kekuatan yang ada jika diperintah oleh Panglima TNI. Dua skadron tempur di pangkalan udara terlengkap di Sumatera itu pun telah berstatus siaga.

Akan tetapi, Ronny mengatakan bahwa pengiriman jet tempur F-16 itu murni untuk menjaga wilayah kedaulatan Indonesia. Tak ada niat untuk memprovokasi pihak lain di sekitar Natuna.

Termasuk China. Ronny mengatakan TNI tidak berupaya memprovokasi China meski sejak beberapa hari terakhir ketegangan meningkat di perairan Natuna.

"Kita tidak buat provokasi pihak manapun, kita jaga wilayah kita," ujarnya.

Ronny menyebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga berencana ikut berpatroli ke wilayah Natuna. Tentu dalam rangka memantau perkembangan situasi yang tegang sejak beberapa hari terakhir.
[Gambas:Video CNN]
Situasi di perairan Natuna, Kepulauan Riau memanas akibat kapal-kapal China berlayar di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah melayangkan nota protes, namun China mengklaim kawasan itu masih termasuk kawasan nelayan tradisionalnya sejak dulu.

Menko Polhukam Mahfud MD sempat menyebut bahwa pemerintah Indonesia tidak ingin berperang dengan China. Sebaliknya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut China yang enggan berkonflik di Natuna.

"Mereka sudah mengurangi jumlah nelayan mereka juga yang datang ke sana. Kita harus apresiasi juga. Jadi tidak ada keinginan mereka untuk berkelahi soal itu. Kalau ada pelanggaran itu pasti ada saja," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).
(bmw/bmw)