Antisipasi Banjir, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 20:35 WIB
Antisipasi Banjir, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Ilustrasi banjir di Jabodetabek (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan jika banjir kembali terjadi. Persiapan itu dilakukan usai memetakan sejumlah daerah rawan banjir di Ibu Kota.

"Kalaupun itu terjadi banjir, petugas kita sudah siap melaksanakan rekayasa lalu lintas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di Jakarta Utara, Jumat (10/1).

Yusuf menuturkan sejumlah titik rawan banjir yakni di depan Universitas Trisakti, di Jalan Cawang arah Bogor, tol Cikampek arah Tanjung Priok, serta di Bekasi Timur dekat tol mengarah ke Tambun.


Sejauh ini, kata Yusuf, Kepolisian baru sebatas mendata titik rawan banjir yang berpotensi merendam jalan besar.

"Kami hanya deteksi di titik besar, kalau di kampung tidak dideteksi," ucap Yusuf.

Yusuf menyampaikan rekayasa lalu lintas saat banjir tersebut bersifat situasional. Artinya penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan.

Termasuk soal kemungkinan kendaraan roda dua menggunakan jalur tol. Menurutnya, itu bisa saja dilakukan jika jalan biasa sudah tidak bisa dilalui akibat terendam banjir.

"Kalau memang jalan alternatif itu yang dipakai satu-satunya yang dipakai tol, ya sudah kita pakai tol tapi temporer saja kalau airnya sudah surut, ya sudah balik lagi," tutur Yusuf.

[Gambas:Video CNN]
Banjir sempat terjadi pada 1 Januari 2020 lalu. Tak hanya Jakarta, banjir juga merendam wilayah Bekasi, Jawa Barat dan sekitarnya serta wilayah Banten.

Banjir lalu surut beberapa hari kemudian secara berangsur-angsur. Namun, bukan berarti ancaman banjir sudah tiada.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hujan deras masih akan melanda Jakarta dan sekitarnya hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan, BMKG juga memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi di Jakarta dalam sepekan ke depan sehingga berpotensi mengakibatkan banjir.

(dis/bmw)