Penembakan di Nduga Papua, Polisi Tuding Kelompok Kogoya

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 12:21 WIB
Penembakan di Nduga Papua, Polisi Tuding Kelompok Kogoya Ilustrasi penembakan. Pada Sabtu (11/1) pagi, polisi menyatakan terjadi insiden penembakan di pos keamanan di kawasan bandara Nduga, Papua. ((Thinkstock/hurricanehank)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota kepolisian bernama Bharatu Luki terkena tembakan di bagian paha pada insiden di salah satu Pos Keamanan di kawasan Bandara Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu (11/1) pagi.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan korban langsung dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter dan saat ini dalam perawatan dan dalam kondisi sadar.

"Tadi pagi ada kejadian, ini bukan baku tembak tetapi mereka menembak anggota kami," kata Paulus Waterpauw kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu (11/1).

"Sekitar jam 7-an anggota sedang korve, bersih-bersih tempat tinggal mereka, tiba-tiba ada serangan tembakan dari seberang, kena paha dari salah satu anggota kami," lanjut dia.


Paulus mengklaim anggotanya tidak sedang melakukan patroli ketika insiden penembakan terjadi. Ia pun mengaku tak mengerti motif atau pemicu serangan tersebut.

"Tanya saja sama mereka [kelompok sipil bersenjata]. Yang jelas kan ini anggota sedang korve, kecuali dia sedang patroli, membawa senjata. Jadi ini hari Sabtu, besok Minggu, jadi semuanya kan sedang bekerja untuk rapi-rapi lah," Paulus menukas.

Kelompok Egianus Kogoya

Sesaat setelah penyerangan, tim kepolisian kata Paulus langsung melakukan pengejaran. Ia menyebut saat ini terdapat lebih dari dua kompi pasukan atau lebih dari 200 personel yang disiagakan.

"Yang jelas itu, anggota kami korban lagi. Tolong dicatat itu," ucap Paulus.

Ia pun lantas menuding pelaku dari penyerangan tersebut berasal dari kelompok Egianus Kogoya. Meski tak menjelaskan alasan dan bukti tuduhan, ia meyakini pelaku dari kelompok tersebut.

"Kan Nduga itu bertengger kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya, ya mereka-mereka itulah pelakunya," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi ulang, Paulus meyakini "100 persen" bahwa kelompok tersebut yang melakukan aksi penembakan.

Serangan ini merupakan yang pertama pada 2020. Sebelumnya pada Desember 2019 ia menyebut terjadi pula hal serupa. Itu sebab ia meminta tokoh masyarakat di Papua turut mendamaikan kondisi ini.

"Ini kan bisa dikomunikasikan ke para pihak yang punya peranan langsung--tokoh-tokoh yang ada pengaruhnya dengan pihak-pihak ini--berbicaralah yang baik, imbaulah dan ajaklah mereka untuk menyadari itu. Menyadari bahwa apa yang mereka perbuat itu tidak benar," ujar Paulus.

Ia kemudian menyatakan pihaknya sebagai aparat penegak hukum akan terus melakukan penindakan tegas.

"Sebagai aparat penegak hukum kan kami tidak mungkin membiarkan permasalah ini berlarut-larut seperti ini."

CNNIndonesia.com telah mencoba mengonfirmasi insiden penembakan ini ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) namun belum mendapat respons.
(ika/vws)