Antusiasme Warga Kunjungi Pameran Rempah Rakernas PDIP 2020

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 07:18 WIB
Antusiasme Warga Kunjungi Pameran Rempah Rakernas PDIP 2020 Gelar Rakernas, PDIP menampilkan pameran rempah-rempah dari seluruh Indonesia. (CNNIndonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat hingga pelajar tampak antusias menengok pameran rempah-rempah dari seluruh Indonesia yang digelar di arena Rakernas PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak dibuka pada Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1) malam.

Bertempat di Hall B1, para pengunjung tampak menikmati pameran kekayaan bangsa Indonesia. Sejak di pintu masuk pameran, pengunjung sudah dimanjakan dengan rempah bumbu masak khas Indonesia. Seperti cabai, bawang, lengkuas, kunyit, ketumbar, andaliman, dan lain sebagainya. Rempah-rempah yang ditampilkan memang bukan yang biasanya.


Salah satunya, warga Jakarta Selatan, Annisa sengaja datang melihat pameran rempah-rempah tersebut karena senang memasak.


"Saya ibu rumah tangga, mau lihat-lihat saja ke sini, kebetulan saya suka masak, enggak ada tujuan khusus sih, cuma mau lihat-lihat saja, ini sama suami dan anak," ujar Annisa di Lokasi, Minggu (12/1).

Annisa mengaku sedang bersama keluarganya bertamasya ke kawasan Ancol, Jakarta Utara. Ia langsung meluncur saat mengetahui ada pameran rempah di Rakernas PDIP di JIExpo.

Selain Annisa, ada pula Alif. Pemuda dari Jakarta Timur itu pun mengaku takjub dengan kesuburan tanah Indonesia dengan hasil rempah yang melimpah ruah.

Dia mengunjungi gerai pameran Jawa Barat, Jambi, Tapanuli Utara, hingga Kementerian Pertanian. Salah satu yang membuatnya bangga adalah biji kopi yang ternyata tersebar di banyak wilayah Indonesia.

"Saya sih baru tahu, ternyata banyak jenis kopi di Indonesia," ujarnya.

Selain masyarakat biasa, tampak pula para remaja dari berbagai sekolah umum di sekitar Jabodetabek. Salah satunya adalah dari SMU Wijaya Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Usai mengunjungi pameran, Minggu (12/1) siang, rombongan pelajar itu beristirahat di salah satu sudut kompleks JIExpo.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat itu ikut mengunjungi pameran begitu melihat rombongan para remaja itu saat hendak bergerak ke lokasi rakernas. Ketika para siswa itu melihat Hasto, mereka berteriak 'Merdeka'.

Hasto pun mendatangi para siswa dari SMU Wijaya tersebut. Setelah bersalaman dan saling meneriakkan 'merdeka', Hasto lalu berkata.

"Ini kepada teman-teman, sesuai pesan Bu Mega dan Pak Jokowi, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Oke? Indonesia Maju, Oke?" kata Hasto.

"Oke," teriakan para siswa dengan bersemangat.

"Indonesia Maju, Oke? Indonesia Hebat, Oke?" kata Hasto lagi.

"Oke," kembali teriakan dari para siswa.

"Merdeka," Hasto dan para siswa lalu berteriak bersama.

Antusiasme Warga Kunjungi Pameran Rempah Rakernas PDIP 2020Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Pada kesempatan itu, PDIP menampilkan pameran seluruh kekayaan rempah-rempah yang dimiliki Indonesia beserta pengelolaannya dengan teknologi termutakhir dalam gelaran Rakernas I selama tiga hari ini.

Pameran itu sengaja digelar karena berkaitan tema Rakernas yakni 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. Adapun sub temanya yakni 'Strategi Jalur Rempah Dalam Lima Prioritas Industri Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari'.

Berdasarkan pantauan, selain pameran, PDIP turut memutar video terkait kejayaan rempah yang dimiliki Indonesia saat pembukaan. Sejumlah kesenian yang menunjukkan kejayaan rempah juga ditampilkan lewat pertunjukan seni.

Khasanah sejarah Indonesia menjelaskan bahwa 'jalur rempah' adalah narasi besar Nusantara sebelum masa kolonial. Saat itu, rempah-rempah yang hanya tumbuh di wilayah Nusantara menjadi komoditas favorit warga Eropa.

Kebutuhan Eropa akan rempah-rempah, membuat pedagang dari Asia mengambilnya dari Indonesia dan menjualnya dengan harga sepuluh kali lipat. Hal itulah yang kemudian memantik bangsa Eropa untuk mendatangi langsung kepulauan nusantara dari semula bertransaksi dagang hingga memulai era kolonialisasi.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)