"Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Mungkin ada beberapa orangnya yang sama," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1).
Mahfud enggan secara detil membeberkan modus dan pelaku dalam korupsi yang diperkirakan di atas Rp10 triliun itu. Dia hanya memastikan bakal membongkar dugaan korupsi tersebut karena merugikan banyak pihak, terutama personel TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPK Minta BPK Paparkan Audit Korupsi Asabri |
Bahkan, dia menyebut pesiunan militer tidak memiliki tempat tinggal karena harus keluar dari asrama.
"Sekarang kok terjadi lagi sesudah negara mengeluarkan duit untuk prajurit," ujarnya.
Di sisi lain, Mahfud mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang akan fokus menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan lingkup PT Asabri di luar BUMN.
"Kan tentara itu, kok jadi terjadi lagi. Nampaknya itu nanti akan jadi banyak porsi perhatian Pak Menhan," ujar Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud mengaku mendengar isu dugaan korupsi di tubuh PT Asabri. Ia meminta hal itu diungkap secara tuntas.
"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun gitu," ujar Mahfud di Kantor Kemen Polhukam, Jumat (10/1).
[Gambas:Video CNN] (jps/osc)