Istana: Kapal TNI Tetap di ZEE Natuna Awasi Kapal Asing

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 17:55 WIB
Istana: Kapal TNI Tetap di ZEE Natuna Awasi Kapal Asing Kapal perang milik TNI AL akan tetap ditempatkan di perairan utara Natuna. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman menyatakan untuk sementara waktu kapal-kapal TNI Angkatan Laut (AL) akan tetap berada di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, dekat perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Fadjroel menyebut keberadaan kapal TNI AL itu untuk mengawasi kapal Coast Guard dan kapal ikan China yang kembali muncul di wilayah ZEE Indonesia pada akhir pekan lalu.

"Ya tetap di sana, tetap ada di sana. Dimungkinkan sementara ini, jadi ada upaya bersama untuk mengawal hal tersebut," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/1).


Fadjroel mengatakan keberadaan kapal perang TNI AL itu juga untuk melakukan penegakan hukum di wilayah ZEE Indonesia. Menurutnya, pemerintah akan terus meningkat patroli dengan melibatkan Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Sementara ini yang ada di sana kapal dari Bakamla, kemudian ada juga dari pihak Angkatan Laut. Jadi (patroli) akan tetap dilakukan," ujarnya.


Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Fadjroel, juga sudah menegaskan ketika berkunjung ke Natuna bahwa hak kedaulatan Indonesia tak bisa ditawar-menawar. Sementara untuk di wilayah ZEE Indonesia dilakukan upaya penegakan hukum.

"Dalam hak berdaulat dalam kasus ini, adalah Zona Ekonomi Ekslusif, itu yang diperlukan adalah penegakan hukum," katanya.

Sebelumnya, tiga Kapal Perang Republik (KRI) Republik Indonesia milik TNI Angkatan Laut mengusir konvoi kapal-kapal nelayan China yang kedapatan tengah menjaring ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sekitar perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (11/1).

Mengutip siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima CNNIndonesia.com, KRI yang melakukan pengusiran itu, yakni KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359, dan KRI Jhon Lie 358.

Dalam siaran pers tersebut dijelaskan bahwa Komando Gabungan Wilayah Pertahanan melakukan pemantauan di ZEE sekitar Natuna dengan Pesawat Intai Maritim Boeing 737 AI-7301 milik TNI AU.


Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksdya TNI Yudo Margono lantas mengirim tiga KRI ke tempat kapal-kapal nelayan China tersebut berlayar di ZEE sekitar Natuna.

Tiga KRI itu mendapati kapal-kapal nelayan China tengah menebarkan jala atau jaringnya. Mereka jelas terlihat tengah menangkap ikan secara ilegal di ZEE Indonesia sekitar perairan Natuna.

Setelah itu tiga KRI merangsek ke tengah-tengah rombongan kapal nelayan China tersebut. Komandan yang memimpin operasi kemudian meminta kapal-kapal nelayan China untuk segera meninggalkan wilayah ZEE Indonesia.

[Gambas:Video CNN]
Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyebut masyarakat internasional mempertanyakan keberadaan kapal-kapal TNI di ZEE Indonesia, dekat Natuna. Menurutnya di wilayah ZEE biasanya cukup ada kapal sipil.

"Orang banyak yang kaget, kok Angkatan Laut banyak di ZEE karena biasanya itu kan kapal sipil (yang ada di situ)," kata Hikmahanto saat diskusi soal Natuna di Jakarta Pusat, Minggu (12/1).
Istana Sebut KRI Tetap di ZEE Indonesia, Awasi Kapal ChinaFadjroel Rahman (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Hikmahanto mengatakan wilayah kedaulatan yang mestinya dijaga oleh kapal TNI berada di zona 12 mil dari pantai. Sementara ZEE adalah zona ekonomi tempat suatu negara mengambil sumber daya alam. Zona ini berada sepanjang 200 mil dari bibir pantai.

China sendiri kata Hikmahanto, hanya mengerahkan kapal-kapal nelayan yang didampingi kapal coast guard.


Tapi, di lain pihak Indonesia justru mengerahkan langsung kapal perang atau KRI dalam upaya mengusir kapal di wilayah yang masuk dalam ZEE Indonesia itu.

"China pakai coast guard, tapi Indonesia siagakan kapal Angkatan Laut, jelas timbulkan pertanyaan," katanya.

TNI kembali melihat keberadaan nelayan China di wilayah ZEE Indonesia sekitar perairan Natuna pada hari ini, Sabtu (11/1). Padahal, beberapa hari sebelumnya, TNI mengklaim sudah tidak ada lagi kapal nelayan asing di sana.

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengatakan kapal nelayan China sudah keluar dari ZEE Indonesia pada Kamis (9/1). Mereka, lanjutnya, pergi usai Jokowi datang ke Natuna pada Rabu lalu (8/1).

"Dengan amatan dari TNI AU melalui udara, mereka artinya kapal-kapal China yang melakukan ilegal fishing sudah keluar dari ZEE kita pasca kunjungan presiden ke Natuna," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1). (fra/osc)