"Yang jelas kami Pemprov ini, dipimpin oleh Pak Gubernur, merespons bencana ini dengan waktu yang sangat singkat, cepat, seluruh aktivitas perdagangan, transportasi, bisa berfungsi sesuai dengan sedia kala. Jadi indikatornya itu kalau kita," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1).
Saefullah menjelaskan saat banjir pihaknya sudah mengatur jajaran untuk bekerja cepat. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya sudah bekerja secara sistemik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Saefullah juga mengatakan bahwa beberapa kawasan yang sedianya banjir kini mengalami kondisi yang berbeda. Namun di beberapa tempat diakui Saefullah ada kawasan yang memang terendam parah.
Beberapa kawasan yang terendam ialah di Jakarta Barat tepatnya di Lampu Merah Wali Kota, Underpass Cawang. Diungkapkan Saefullah kawasan tersebut juga cepat surut karena pompa yang tersedia dengan baik.
"Kita kerjakan sore itu dan malamnya sudah selesai, paginya sudah operasional. Termasuk jalan utama, itu sudah operasional. Underpass tidak ada yang masalah karena pompanya berfungsi baik ya," tutup dia.
Sebelumnya, Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020 sedang merampungkan berkas gugatan class action yang rencananya didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1). Jumlah email pengaduan yang masuk hingga 9 Januari 2020 mencapai 600 laporan. Setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 243 di antaranya masuk sebagai pelapor.
Anggota tim advokasi, Alvon Kurnia Palma menuturkan para pelapor masih akan dikelompokkan, apakah termasuk sebagai perwakilan kelas (class representative) atau anggota kelas, berdasar kekuatan pembuktian.
Angka kerugian yang diadukan ratusan pelapor itu sekitar Rp43,32 miliar sebanyak 186 orang. Nilai kerugian terkecil tercatat senilai Rp890 ribu dan nilai terbesar mencapai Rp8,7 miliar. (ctr/ain)