Diduga Intimidasi Ustaz, Oknum TNI AL Diperiksa POM

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 14:43 WIB
Diduga Intimidasi Ustaz, Oknum TNI AL Diperiksa POM Ilustrasi POM TNI AL. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Kendari, CNN Indonesia -- Oknum TNI AL, Letkol Marinir AF, diperiksa di Polisi Militer (POM) AL terkiat dugaan intimidasi yang dilakukannya kepada pimpinan Pondok Pesantren Ihya' Assunnah, Muhammad Sutamin, di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Danlanal Kendari Kolonel Laut I Putu Darjatna mengatakan AF diperiksa terkait tindakannya sebagai aparat TNI.

"Sudah dimintai keterangannya di POM AL Jakarta. Bukan soal masalah lahannya tetapi apakah benar tindakan seperti itu," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (15/1).


Saat melakukan intimidasi kepada Sutamin, Letkol Marinir AF mengenakan atribut TNI lengkap dengan tongkat komando. Meski begitu, Darjatna menilai wajar bila anggota TNI mengenakan pakaian dinas meskipun saat cuti.

"Namanya orang cuti juga dinas. Kita tidak bisa juga menyalahkan. Soal keterangan lebih lanjut, itu nanti POM AL saja," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Sutamin mengaku mendapat intimidasi dari Letkol Marinir AF bersama Mardin More, yang tak lain orang tua AF, di Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (9/1).

Intimidasi itu berupa ditodong pistol, diangkut ke pos POM AL Kolaka, diancam dengan menggunakan sangkur. Tujuannya, agar Sutamin menyerahkan sertifikat yang diklaim Mardin merupakan miliknya.

AF sendiri membantah melakukan intimidasi. Ia hanya mengaku saat itu membawa airsoft gun dan tak menodongkannya. Tindakan itu sendiri dilakukan terkait sengketa lahan antara Mardin dan Sutamin.

(pnd/arh)