"Tidak ada yang spesifik. Tapi banyak hal yang dibicarakan tentu tidak bisa disampaikan di sini karena uraiannya panjang," ujar Mahfud.
Meski enggan membeberkan secara rinci, Mahfud menegaskan Kemenko Polhukam dan Kemendagri memperkuat koordinasi jelang pelaksanaan Pilkada 2020. Dia berkata Kemendagri bersama dengan institusi lain tengah memastikan Pilkada dapat berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu bentuk menjaga stabilitas politik, kata dia, dilakukan dengan cara mengundang sejumlah parpol untuk berdialog terkait masalah politik agar Pilkada 2020 berjalan aman dan lancar.
Sementara terkait dengan dana Pilkada, Tito mengaku telah memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana APBD untuk menggelar Pilkada. Nantinya, dana Pilkada dari APBD akan direview sebelum disahkan.
"Untuk tingkat provinsi kami review, provinsi nanti mereview kabupaten/kota. Tapi kami punya jajaran inspektorat yang juga memiliki garis langsung dengan provinsi dan kabupaten/kota," ujar mantan Kepala Polri ini.
"Untuk independensi sepenuhnya saya serahkan kepada mekanisme yang berlaku di DKPP," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan). |
Undang Parpol Non-Parlemen
Tito lebih jauh mengatakan, pihaknya berencana mengundang partai-partai di luar parlemen. Hal itu diputuskan usai Tito mengundang sembilan partai politik pemilik kursi di DPR RI.
Tito belum membeberkan waktu pertemuan tersebut. Namun dia mengatakan pertemuan itu untuk membahas persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.
[Gambas:Video CNN]
Saat ini ada tujuh partai politik yang tak punya kursi di DPR RI karena tak mencapai ambang batas parlemen pada Pemilu 2019. Mereka adalah PSI, Perindo, PBB, PKPI, Partai Garuda, dan Partai Berkarya.
Tito bilang pertemuan itu juga akan membahas sistem politik Indonesia ke depan. Dia menekankan soal stabilitas politik yang melibatkan partai-partai.
"Paling utama adalah menjaga stabilitas sosial politik terutama politik tingkat nasional karena Kemendagri adalah pembina politik," tuturnya.
Pertemuan itu digelar secara tertutup selama tiga jam. Namun seluruh perwakilan parpol mengatakan Tito memaparkan evaluasi penyelenggaraan sistem pilkada langsung. (jps/dhf/osc)
