BMKG Sebut Cuaca Jadi Penyebab Kapal Wartawan Istana Terbalik

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 14:45 WIB
Gelombang tinggi diduga jadi penyebab kapal terbalik yang ditumpangi para wartawan usai meliput kegiatan Presiden Jokowi. Kapal Phinisi yang ditumpangi wartawan terbalik akibat ombak besar di Labuan Bajo pada Selasa (21/1/2020). (ANTARA/Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut cuaca berangin dan gelombang tinggi menjadi penyebab kapal terbalik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Selasa (21/1). Kapal Pinisi itu membawa sejumlah wartawan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Peristiwa kapal terbalik terjadi usai agenda peliputan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat Sti Nenot'ek mengatakan cuaca dengan angin kencang dan gelombang tinggi memang tengah terjadi di Labuan Bajo sejak awal tahun ini. Sebab, kawasan itu tengah memasuki musim barat.


"Memang Januari-Februari umumnya di Manggarai Barat ada musim barat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).


Ia menuturkan memang sempat turun hujan gerimis sekitar pukul 09.00 WITA. Namun, hujan hanya berdurasi sekitar 30 menit. Setelah itu, cuaca kembali cerah.

Hal itu, sambungnya, kemungkinan membuat pelayaran kapal Pinisi yang mengangkut sejumlah wartawan Istana Kepresidenan tetap dilakukan. Hanya saja, memang tiba-tiba terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.

"Jadi sebenarnya cerah dari pagi, lalu sempat gerimis, tapi setelah itu cerah lagi, angin tidak besar," jelasnya.

Di sisi lain, ia menduga kapal terbalik karena didukung faktor layar kapal yang tidak siap.

"Kalau dilihat, kondisi kapal itu layarnya belum cukup siap, tapi tiba-tiba ada angin kencang dan gelombang tinggi," ujarnya.

Bersamaan dengan kejadian ini, ia mengaku terus berkoordinasi lagi dengan petugas pelabuhan agar mengantisipasi masih tingginya potensi angin kencang dan gelombang tinggi. Kendati begitu, ia memastikan belum ada larangan berlayar secara resmi.

"Kami terus koordinasi dulu," imbuhnya.
BMKG Sebut Cuaca Jadi Penyebab Kapal Wartawan Istana TerbalikPresiden Joko Widodo menumpang Kapal Phinisi saat meninjau kesiapan Wisata Bahari di Labuan Bajo, NTT. (Foto: Biro Istana Kepresidenan)

Kapal Pinisi yang ditumpangi sejumlah wartawan Istana Kepresidenan terbalik di Labuan Bajo. Para wartawan baru saja selesai meliput kunjungan kerja Jokowi yang diselenggarakan sejak Minggu (19/1) lalu.


Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, sejumlah wartawan tengah berada di atas kapal sejak pukul 11.00 WITA. Beberapa di antaranya tengah berswafoto usai meliput acara penyerahan sertifikat lahan di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kecamatan Komodo dan melepas kepulangan Jokowi ke Jakarta bersama rombongan menteri.

Sekitar pukul 12.35 WITA, Nina Susilo, wartawan Harian Kompas memberi kabar di salah satu grup wartawan bahwa kapal yang mereka tumpangi terbalik. Seisi kapal kemudian terlempar ke laut.

"Selamat dari kapal terbalik, tapi ada beberapa kamera dan peralatan hilang," ucap Nina.

Staf BPBD Kabupaten Manggarai Barat Hans turut membenarkan kejadian kapal terbalik di Labuan Bajo. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang selamat.

"Lokasi berdekatan dengan Pulau Bidadari Labuan Bajo. Seluruh penumpang dan ABK selamat. Penyebab kejadian kemungkinan akibat gelombang tinggi. Saat ini BPBD sedang berkoordinasi dengan SAR dan instansi terkait lainnya," tuturnya.


[Gambas:Video CNN] (uli/pmg)