ASN dengan Pasangan Swasta Bisa Tak Dipindah ke Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 04:36 WIB
ASN dengan Pasangan Swasta Bisa Tak Dipindah ke Ibu Kota Baru Tjahjo Kumolo Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo membuka peluang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki pasangan pegawai swasta tak ikut pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur.

"Mungkin tidak [pindah] istri atau suami yang beda kementerian atau lembaga ikut dipindah ke sana [ibu kota baru]. Kalau [salah satunya bekerja] di swasta kan tidak mungkin," kata dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1).

"Ada faktor-faktor plus minus yang harus menjadi bahan pertimbangan. Ini kalau tidak dilihat aspek itu, kan jadi bolak-balik pulangnya," Tjahjo menambahkan.



Sebelumnya dia menyebut ada kemungkinan tak semua 118.513 ASN ikut pindah ke ibu kota baru kelak. Kemenpan-RB masih memetakan kompetensi dan latar belakang para ASN ini.

Tjahjo mengatakan pihaknya lebih mementingkan fokus kerja dari ASN terkait. Hal ini pula yang jadi bahan pengecekan oleh Kemenpan RB.

"Seharusnya ASN ditugaskan di mana saja harus siap dong, di seluruh wilayah NKRI dia harus siap bertugas," kata dia.

"Cuma ini ibu kota baru supaya dia fokus kerjanya perlu dicek [latar belakang] tadi," imbuh Tjahjo.

[Gambas:Video CNN]


Di sisi lain, Tjahjo menyatakan pendataan seluruh kebutuhan ASN di ibu kota baru setidaknya akan selesai pada tahun ini. Kemudian, data itu akan dilaporkan ke Presiden Jokowi.

Sementara itu, kata dia, konstruksi ibu kota negara baru akan dilakukan pada akhir tahun ini dengan target rampung pada 2023. ASN pun bisa pindah ke sana mulai 2024.

"Secara prinsip perintah presiden sekaligus, tidak bertahap," ucap Tjahjo. (uli/fea)