FOTO: Aksi Warga Tanjung Priok di Kantor Yasonna Laoly

Antara Foto,, CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 19:38 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Tanjung Priok mendemo dan menuntut Menkumham Yasonna Laoly meminta maaf setelah menyebut kawasan mereka sebagai sarang kriminalitas.

Ratusan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, melakukan aksi 'Aksi Damai 221 Priok Bersatu', di depan gedung Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Mereka tersinggung oleh ucapan Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut Tanjung Priok merupakan wilayah yang sarat kriminalitas. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Para pengunjuk rasa menuntut Menkumham meminta maaf atas pernyataannya paling lambat 2x24 jam. Jika tidak, mereka akan berdemo dengan jumlah massa lebih besar. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Demo ini dikawal oleh sekitar 200 personel kepolisian dan menyebabkan kemacetan cukup parah di kedua lajur di sekitar Jl HR Rasuna SAid, Kuningan, Jakarta Selatan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Berbagai tokoh turut mengkritisi pernyataan Yasonna. Crazy rich Priok, yang juga anggota DPR, Sahroni, menyebut Priok kini sudah berubah dan bahkan menjadi kawasan aman dan elite. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono ikut menyindir Yasonna dan menyebut bahwa Priok tak menghasilkan koruptor kasus e-KTP. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Berdasarkan indeks kerawanan, keamanan, dan ketertiban dari BPS, kriminalitas di Kelurahan Tanjung Priok pada 2019 mencapai 12,83 persen, sementara Menteng, yang disebut sebagai kawasan elite, malah lebih besar, yakni 15,58 persen. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Sore hari seusai demo, Menkumham Yasonna Laoly pun meminta maaf dan mengaku pernyataannya tidak dimaksudkan untuk membuat tersinggung warga Priok. (CNNIndonesia/Safir Makki)