Pantauan CNNIndonesia.com, massa mulai berdatangan sejak pukul 11.30 WIB, mereka datang menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Kedatangan mereka dikawal oleh aparat kepolisian.
Perwakilan dari masyarakat Tanjung Priok, Dimas, mengatakan aksi mereka adalah aksi damai, dengan tuntutan yakni meminta Menkumham Yasonna Laoly untuk mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut Tanjung Priok identik dengan kriminal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dahulu memang Priok tempat yang menakutkan bagi masyarakat. Tapi sekarang Priok adalah tempat yang modern, humanis, aman. Bahkan pak Wakil Presiden tinggal di Priok," ujar dia.
Demo Warga Tanjung Priok di Kemenkumham. (CNN Indonesia/ Safir Makki) |
Ia mengatakan, dari aparat kepolisian, sudah meminta perwakilan massa untuk masuk ke Kantor Kemenkumham dan menyampaikan aspirasi
"Kami tunggu koordinasi teman-teman yang di sini siapa yang nanti masuk ke dalam," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Aksi yang digelar oleh masyarakat Tanjung Priok ini berkaitan dengan pernyataan Yasonna yang menyebut bahwa Tanjung Priok daerah miskin, kumuh, dan kriminal.
Saat memberikan pengarahan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1), Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua daerah yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok.
Yasonna meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.
"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna, seperti dikutip dari Detik.com. (yoa/ain)
Demo Warga Tanjung Priok di Kemenkumham. (CNN Indonesia/ Safir Makki)