Koalisi ini sendiri terdiri atas sejumlah LSM, seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Transparency International Indonesia (TII).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie, Rabu (22/1), mengakui tersangka suap kasus korupsi penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 itu telah berada di Indonesia sejak 7 Januari. Harun tiba di Jakarta setelah sehari sebelumnya pergi ke Singapura.
Sementara, kata Wana, Yasonna di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA, Jakarta Timur, Kamis (16/1), menyatakan, Harun masih berada di luar negeri sejak meninggalkan Indonesia pada pekan pertama bulan Januari.
"Kuat dugaan bantahan Yasonna terkait dengan keberadaan Harun selama ini dilakukan untuk melindungi yang bersangkutan dari jerat hukum KPK," ucap Wana.
Terpisah, KPK tengah mengkaji soal peluang menggunakan Pasal 21 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang upaya merintangi proses penyidikan dalam kasus ini. Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menyebut pihaknya terlebih dulu menunggu hasil pendalaman Imigrasi mengenai delay time data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta tempat Harun melintas.
Saat ditemui di Kantor Ditjen Imigrasi, Rabu (22/1), Yasonna, yang juga kader PDIP, enggan menjawab soal simpang siur informasi keberadaan Harun.
"Oh itu, Dirjen Imigrasi," kata dia singkat.
Kader PDIP Harun Masiku disangkakan sebagai penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan demi lolos jadi anggota dewan menggantikan caleg terpilih PDIP yang meninggal, Nazaruddin Kiemas. (Diolah dari KPU RI) |
Sejumlah pemberitaan, berdasarkan pengakuan isteri Harun, menyebut Harun sudah kembali ke ke Indonesia pada 7 Januari. Imigrasi kemudian baru membenarkan soal informasi itu pada Rabu (22/1) alias ada jeda 15 hari bagi Imigrasi untuk membuka kabar itu.
(ryn/arh)
Kader PDIP Harun Masiku disangkakan sebagai penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan demi lolos jadi anggota dewan menggantikan caleg terpilih PDIP yang meninggal, Nazaruddin Kiemas. (