Cegah Virus Corona, PT di Morowali Setop Rekrut TKA China

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 06:53 WIB
Cegah Virus Corona, PT di Morowali Setop Rekrut TKA China Ilustrasi pekerja di pabrik. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Kendari, CNN Indonesia -- Dalam mengantisipasi masuknya virus corona di Indonesia, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, menyetop penerimaan tenaga kerja asing (TKA) asal China. Sementara ribuan pekerja diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah virus mematikan tersebut.

Koordinator Media Relation PT IMIP Dedi Kurniawan mengatakan sejak 10 hari lalu, pihaknya menghentikan penerimaan TKA asal Wuhan Provinsi Hubei, China.

Namun dalam perkembangannya, pihak perusahaan kembali mengeluarkan kebijakan menghentikan penerimaan secara keseluruhan TKA asal Cina pada Jumat (24/1).


"Sekarang kita hentikan seluruh penerimaan TKA ke Morowali," kata Dedi Kurniawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (26/1).


Ia menyebut total pekerja asal China di IMIP sekitar 3.000 orang. Perusahaan berbendera Tiongkok ini masih membutuhkan sekitar 1.000 orang TKA untuk menuntaskan pembangunan pabrik.

Menurutnya, penghentian penerimaan TKA China ini sudah pasti akan memperlambat proses penyelesaian pembangunan pabrik.

"Itu sudah risiko. Kami sudah hitung. Daripada tersebar dan masuk penyakit. Ini kebijakan seluruh direksi, manajemen dan investor di dalam. Ini sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan masuknya virus Corona," imbuhnya.

Ia melanjutkan, bagi pekerja yang izin pulang merayakan Imlek ke kampung halamannya di China, diminta untuk tidak kembali terlebih dahulu ke Indonesia.

Sementara pekerja yang masih berada di kawasan IMIP, diwajibkan untuk mengikuti medical chek up (MCU) berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.


3.000 Pekerja China Diperiksa Cegah Virus Corona, TKA DisetopInfografis Menyalahkan Kelelawar Sebagai Biang Kerok Virus Corona. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Ia menuturkan di dalam kawasan IMIP, pihaknya menempatkan alat pengukur suhu tubuh sebagai langkah prefentif untuk mendeteksi awal penyebaran virus tersebut.

"Kami juga terus meng-update perkembangan tindakan pemantauan antisipasi penyebaran virus tersebut yang dilakukan pemerintah pusat di sejumlah titik yang berpotensi menjadi pintu masuk virus corona. Secara internal, kami juga menghimbau karyawan untuk membiasakan bersikap hidup bersih dan sehat," katanya.

Pemerintah Hubei, China, mengungkap korban meninggal dunia akibat wabah virus corona meningkat menjadi 56 orang pada Minggu (26/1). Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang.

Mengutip AFP, 13 korban meninggal dunia di Hubei tercatat dalam kasus kematian terbaru, sementara satu korban meninggal dunia di Shanghai. Ini merupakan kasus kematian pertama di Shanghai akibat virus corona.

Total, 52 orang meninggal dunia di Hubei, dua korban meninggal dunia di Henan Tengah, satu di bagian timur laut Heilongjiang, dan satu di Hebei Utara.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan 323 kasus baru terkonfirmasi virus corona, yang pertama kali muncul di Wuhan pada akhir Desember 2019.

Hingga kini, Pemerintah China melansir 1.975 kasus di seluruh daratan. Di China sendiri, wabah virus corona ditetapkan dengan status darurat.


[Gambas:Video CNN] (pnd/pmg)