Eks Pramugrari Garuda Diperiksa terkait Akun @digeeembok

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 19:01 WIB
Mantan pramugari Garuda Indonesia, Cyndyana Lorens, diperiksa terkait laporan terhadap akun twitter @digeeembok. Gedung Polda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pramugari Garuda Indonesia, Cyndyana Lorens, diperiksa terkait laporan terhadap akun twitter @digeeembok, Senin (27/1).

Cyndyana, yang saat pemeriksaan didampingi pengacaranya, Machi Ahmad, dipanggil sebagai saksi lantaran namanya ikut disebut dalam cuitan akun tersebut.

"Klien kami itu namanya disebut oleh akun Twitter tersebut (@digeeembok). Hari ini kami memberikan klarifikasi kepada penyidik sesuai kapasitasnya," kata Machi di Polda Metro Jaya.


Sementara itu, Cyndyana mengaku dalam pemeriksaan itu dirinya dicecar 43 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Pertanyaan itu, lanjutnya, seputar pekerjaannya saat masih menjadi pramugari.

"[Total pertanyaan] 43 seputar pekerjaan sih kayak gaji berapa, berapa jam terbang setiap bulan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Terkait cuitan akun @digeeembok, Cyndyana mengaku dirinya juga merasa dirugikan. Namun, ia memilih untuk tidak melaporkannya ke pihak berwajib.

"Saya juga merasa dirugikan karena akun ini sifatnya anonim. Saya juga cari tahu hukum-hukumnya seperti apa kalau saya juga melaporkan dan itu akan memakan waktu yang lama. Jadi, saya memutuskan untuk tidak menghabiskan waktu aja sih," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengaku tak mengenal pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti, yang melaporkan akun Twitter itu. "Enggak [kenal] sama sekali," ucap Cyndyana.

Akun twitter @digeeembok aktif mengungkap informasi-informasi terkait dugaan skandal di Garuda Indonesia. Arus informasi itu digelontorkan berbarengan dengan pengungkapan kasus penyelundupan motor dan sepeda mewah yang dilakukan mantan Dirut Garuda Ari Aksara.

Cuitan tersebut kemudian memunculkan nama Siwi dalam beberapa unggahan. Ia dituduh sebagai simpanan mantan Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia Heri Akhyar.

Atas tuduhan itu, Siwi lantas melaporkan akun @digeeembok ke Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2019 dengan dugaan pencemaran nama baik.


(dis/arh)