Dia meminta polisi segera mengambil tindakan agar tidak dipandang sebelah mata.
"Sekarang ini bukan gangguan terorisme, tetapi muncul berbagai pemahaman atau keyakinan bahkan membuat suatu komunitas yang ini jangan dianggap enteng," kata Cucun dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cucun pun mendesak Idham segera memerintahkan jajarannya mendeteksi kerajaan-kerajaan palsu lain. Dia menegaskan, masyrakat tidak boleh lagi menjadi korban penipuan dari pratik-praktik seperti itu.
[Gambas:Video CNN]
Menyikapi masukan tersebut, Idham berkata bahwa sejumlah kerajaan fiktif banyak bermunculan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyatakan bakal menindak tegas terkait keberadaan mereka yang dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat.
"Memang kalau kerajaan-kerajaan, presiden juga sebenarya banyak. Mungkin lagi eranya ingin banyak jadi raja ya pak. Tapi pasti akan tindak dan proses," ucap Idham.
Dalam kasus Sunda Empire, polisi menetapkan tiga pejabat Sunda Empire yang menjadi tersangka yakni Nasri Banks selaku Perdana Menteri Sunda Empire, Raden Ratna Ningrum selaku Kaisar Sunda Empire, dan satu petinggi lain Ki Ageng Rangga Sasana.
Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga menuturkan penyelidikan Sunda Empire dimulai setelah Polda Jabar menerima laporan dari tokoh dan budayawan Sunda, Mohamad Ari. Setelah itu polisi langsung memanggil sejumlah orang untuk diminta keterangan.
Mereka yang dipanggil antara lain pelapor, lalu pihak dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Marketing sebuah hotel yang tempatnya dijadikan sebagai lokasi pertemuan selama 2019. (mts/ain)