Pesawat Penjemput WNI Tiba di Bandara Tianhe, Wuhan

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 21:08 WIB
Pesawat Penjemput WNI Tiba di Bandara Tianhe, Wuhan Pesawat tipe A-330 milik Batik Air saat bersiap menjemput WNI di Wuhan, China, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Batik Air, Danang Mandala menyebut pesawat jenis Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan ID-6818 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta telah tiba di Bandara Tianhe, Wuhan, China.

Pesawat itu dilaporkan mendarat di Wuhan tepat pukul 19.00 waktu setempat tanpa mengalami hambatan.

"Pesawat sudah mendarat di Tianhe, Wuhan pukul 19.00 waktu setempat," kata Danang saat dihubungi, Sabtu (1/2).


Pesawat ini kata dia, terbang langsung dari Indonesia tanpa melakukan transit dan langsung menuju ke Bandara Tianhe. Oleh karena itu pesawat ini tiba sesuai jadwal yang memang telah ditetapkan sebelumnya.


"Terbang nonstop. Tanpa henti, atau tanpa transit. Sesuai jadwal kedatangan," kata dia.

Lebih lanjut, pesawat ini kata dia akan kembali ke Tanah Air pada Minggu (2/2). Meski begitu dia enggan menjelaskan secara rinci terkait mekanisme penerbangan dari Tianhe menuju Indonesia.

"Saya belum bisa memberikan keterangan. Jika ada perkembangan, saya kabari," kata dia.

Pesawat dengan nomor penerbangan ID-6818 berangkat dari Indonesia dengan membawa 42 relawan yang bertugas memulangkan ratusan WNI dari lokasi karantina virus Corona di Provinsi Hubei, China. Relawan ini berasal dari Kemenlu, Kemenkes, Anggota TNI dan kru pesawat.

Nantinya pesawat akan mengangkut 250 warga negara Indonesia (WNI) kembali ke tanah air.

Pesawat Penjemput WNI Telah Tiba Di Tianhe, WuhanInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)


Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto menjelaskan, Batik Air yang merupakan bagian Lion Group adalah salah satu dari dua pesawat yang memiliki izin terbang direct flight dari Indonesia ke Wuhan. Pesawat lainnya yakni Sriwijaya Air memang memiliki izin direct flight, hanya saja maskapai ini tak memiliki pesawat berkapasitas besar seperti milik Lion.

Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan pesawat Airbus A330-300 ini telah dilengkapi dengan Hepa Cabin Air Filter yang bisa menyaring udara dari kabin ke luar.

"Virus apapun termasuk Corona akan mati dengan sendirinya," kata dia.

Tak hanya itu, pesawat juga akan dikarantina dan dilakukan prosedur desinfektan setelah kembali dari Wuhan. Pesawat ini kata dia, baru akan digunakan kembali setelah selesai disteriliasi selama kurang lebih 14 hari.


[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)