Jelang Penjemputan, WNI di Hubei Bergerak ke Wuhan

CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 14:19 WIB
WNI yang tersebar di beberapa titik di Provinsi Hubei sudah bergerak ke Wuhan menjelang penjemputan di tengah kekhawatiran akan wabah virus corona. Para WNI akan dipulangkan melalui Wuhan International Airport menggunakan Batik Air berjenis Airbus 330-300 yang diberangkatkan pemerintah. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga negara Indonesia (WNI) yang tersebar di beberapa titik di Provinsi Hubei sudah bergerak ke Wuhan menjelang penjemputan di tengah kekhawatiran akan wabah virus corona.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa 250 WNI ini akan dipulangkan melalui Wuhan International Airport menggunakan Batik Air berjenis Airbus 330-300 yang diberangkatkan pemerintah.

"WNI kita yang berada di beberapa titik di Hubei sudah bergerak ke Wuhan," kata Retno di VIP Room, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (1/2).
Retno kemudian menjelaskan bahwa 250 WNI itu tersebar di beberapa titik yang jaraknya cukup jauh dari Wuhan, seperti Jingzhou, sekitar 222 Kilometer dari bandara Wuhan.


Ada pula WNI yang berada di wilayah Wangxi sekitar 100 kilometer dari Wuhan, dan Xianning jaraknya 98 kilometer.

"Jumlah WNI yang akan kembali adalah 245 plus lima orang tim kita yang sudah di lapangan dari kemarin, ikut pulang untuk jalankan protokol kesehatan. Jumlah yang akan naik dari Wuhan ada 250," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, juga memastikan bahwa warga yang akan dipulangkan ke Indonesia dari Wuhan hanya yang sehat.

Tak hanya itu, para WNI dan tim yang ikut menjemput ini juga akan menjalani transit observasi sesuai dengan imbauan World Health Organization (WHO) untuk selanjutnya dikarantina di Natuna.

"Ini diobservasi orang sehat harus dijalankan dengan disiplin dan kami akan pantau terus dan saya yakin berkat dan berkah dan doa restu ini semua akan berjalan baik yang dijemput juga sehat yang menjemput juga tetap sehat dan bisa bersatu dalam kehidupan normal," katanya. (tst/has)