LIPUTAN KHUSUS

FOTO: Kisah Sekolah Marginal untuk Menteri Nadiem

Safir Makki, CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 10:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekolah Marginal di Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau, hanya salah satu bukti bahwa problem ketimpangan seolah tak pernah usai.

SDN 10 Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau atau Sekolah Marjinal berada di kawasan hutan terbuka dengan kontur jalanan bertanah. Jika hujan turun, siswa dan guru kesulitan menempuh perjalanan menuju sekolah (CNNIndonesia/Safir Makki)
Dia adalah Arosel, guru honorer Sekolah Marginal di Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau. Setiap hari jalan kaki sejauh 6 km, melewati hutan dan membelah sungai, untuk bisa tiba di sekolah (CNNIndonesia/Safir Makki) 
Jalan berkubang dan berlumpur tak melunturkan semangat belajar siswa Sekolah Marginal di Kampar, Riau meski tetap berharap pemerintah turun tangan (CNNIndonesia/Safir Makki)
Tak akan ada yang mengenal bangunan Sekolah Marginal sebagai tempat belajar jika tidak tampak anak-anak berseragam putih merah (CNNIndonesia/Safir Makki)
Bangku dan meja yang sudah tua, lantai berdebu dan dinding yang telanjang adalah panorama yang harus ditelan oleh siswa dan guru Sekolah Marginal di Riau (CNNIndonesia/Safir Makki)
Senyum adalah kiat pertama siswa untuk bisa belajar dengan senang hati di Sekolah Marginal, Riau untuk menghadapi pemandangan bobrok ruang kelasnya (CNNIndonesia/Safir Makki)
Sekolah Marjinal memiliki dua ruangan, satu ruangan diisi dua kelas. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Tak semua siswa Sekolah Marginal di Riau memiliki perlengkapan sekolah yang ideal, mengenakan sandal saat belajar mengajar jadi hal yang biasa (CNNIndonesia/Safir Makki)
Papan tulis yang sudah hampir habis masa baktinya masih digunakan sebagai sarana belajar di Sekolah Marginal, Riau (CNNIndonesia/Safir Makki)
Dia adalah Revandi, siswa kelas 4 Sekolah Marjinal di Riau yang saban hari digigit nyamuk saat belajar di sekolah yang tak berpintu dan tak berjendela (CNNIndonesia/Safir Makki)
Melihat anak-anaknya tetap semangat belajar di kelas yang sederhana di Sekolah Marginal merupakan hal yang disyukuri para orang tua (CNNIndonesia/Safir Makki)
Meski masih jauh dari ideal, siswa Sekolah Marginal kini bisa bersandar ketika sekolahnya sudah memiliki tembok, bukan lagi berdinding kayu (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jendela Sekolah Marginal tak berkaca. Hanya bolong begitu saja sehingga nyamuk wara-wiri mengganggu siswa yang tengah belajar di kelas (CNNIndonesia/Safir Makki)
Siswa Sekolah Marginal di Riau adalah keluarga dalam keterbatasan. Hanya cita-cita yang membuat mereka tetap ingin menimba ilmu (CNNIndonesia/Safir Makki)
Namanya Rani Yunita. Harus melewati sungai untuk bisa sampai di Sekolah Marginal di Riau sehingga sepatunya sering basah dan tak nyaman dipakai saat belajar (CNNIndonesia/Safir Makki)
Batu adalah penolong siswa Sekolah Marginal di Riau. Tetapi tidak jika hujan turun, karena volume air sungai meluap dan hanya perahu rakit yang bisa digunakan untuk menyeberang (CNNIndonesia/Safir Makki)