Wali Kota Solo sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Rudy Hadyatmo, membenarkan agenda tersebut. Meski demikian, Ia mengaku tak mengetahui agenda utama undangan DPP PDIP tersebut.
"Iya betul, tapi saya enggak tahu agendanya apa. Cuma diundang. Nanti ke DPP aja," kata dia kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Senin (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yo enggak tau saya, wong baru diundang kok," akunya.
Terpisah, Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakosa menyebut undangan rapat tersebut diterima di meja DPC PDIP Solo, Jumat (31/1). Seluruh anggota fraksi dan pengurus DPC berangkat, minus satu anggota yang izin karena sedang hamil tua.
Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy Hadyatmo (tengah). (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) |
Namun, ia membuka kemungkinan soal pembahasan pilkada dan rekomendasi bagi calon dari 'Banteng'.
"Mestinya membahas persiapan Pilkada. Kalau soal rekomendasi bisa juga keluar nanti pas rapat, bisa juga tidak. Karena di undangan tidak disinggung soal itu (rekomendasi)," kata dia.
Terpisah, calon Wali Kota Solo yang diusung DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo, mengaku tidak akan mengikuti rapat di DPP PDIP di Jakarta.
Disinggung mengenai kemungkinan surat rekomendasi DPP luput dari tangannya, Purnomo mengaku siap menerima segala keputusan DPP.
"Itu kan wewenang sana (DPP). Saya menunggu dan bersikap ksatria sebagai seorang kader," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, bursa pencalonan walikota Solo dari PDIP di Pilkada 2020 memanas. DPC PDIP sendiri telah menggelar penjaringan di internal dan memunculkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.
Setelah nama pasangan itu muncul, nama putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tiba-tiba menyodok. DPP PDIP dan DPD I Jawa Tengah PDIP memberi sinyal untuk memberi restu Gibran, meski pengusaha katering itu baru saja masuk jadi kader PDIP.
(rzr/syd/arh)
Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy Hadyatmo (tengah). (