Para santri dan petakziah tak henti-hentinya melantunkan doa dan tauhid mengiringi keranda jenazah menuju pemakaman.
Namun, antusiasme petakziah tersebut sempat membuat suasana di area pemakaman memanas. Aksi saling dorong antara petugas keamanan dan santri terjadi. Sejumlah awak media bahkan tak diizinkan mendekati area pemakaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara yang diizinkan masuk hanyalah keluarga, para tokoh, serta orang-orang terdekat keluarga almarhum Gus Sholah saja.
[Gambas:Video CNN]
Suasana haru semakin bertambah saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutannya. Khofifah bahkan sampai tersedu, berbicara di hadapan liang Gus Sholah.
"Wahai hamba-hamba yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh ridho. Penjenengan dipanggil Allah, bersama pejuang, yang akan masuk ke dalam surga-Nya," kata Khofifah terbata.
Selain Khofifah nampak pula sejumlah tokoh yang hadir, seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Lalu, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. Juga hadir Pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri, KH M Anwar Manshur.
Kemudian Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan sejumlah tokoh lain. (frd/osc)