Koordinator Tim Hukum Dewan Pimpinan Pusat I Wayan Sudirta menyatakan partainya tak mungkin bisa karena KPK sendiri tidak mampu melakukan hal tersebut hingga saat ini.
"Posisi PDIP tidak mungkin mampu menunjukkan (keberadaan Harun), aparat saja tidak mampu," kata Wayan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia juga mengingatkan agar media massa tidak memberikan sembarangan informasi ke publik. Alasannya, menelusuri keberadaan Harun merupakan sebuah hal yang sangat sulit saat ini.
Ketua KPK Firli Bahuri menuturkan bahwa menangkap tersangka bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Oleh karena itu, KPK tidak akan menetapkan tenggat waktu dalam pencarian Harun.
"Saya tidak pernah bicara target waktu menangkap orang. Saya 30 tahun menjadi anggota Polri, tidak pernah saya menargetkan menangkap orang itu berapa hari. Karena orang dicari itu ibaratkan mencari jarum dalam sekam," kata Firli saat ditemui di Kantor LPSK, Jakarta, Rabu (29/1).
Firli yakin Harun pasti tertangkap. Keyakinan itu dilanjuti Firli dengan pernyataan bahwa KPK selalu berhasil menangkap pelaku korupsi sebelumnya.
"Pengalaman saya semua pelaku korupsi tidak ada yang tidak tertangkap. Bahkan, terakhir itu ada namanya kasus DPRD di Lampung kita tangkap di Bali. Itu yang lari. Namanya singkatan A yang kita tangkap di Bali. Itu di tangkap KPK. Berapa tahun dia kabur," tutur dia.