Kematian Ribuan Babi di Bali Positif Demam Afrika

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 18:17 WIB
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah selesai melakukan uji laboratorium. Hasilnya, kasus kematian babi di Bali sama dengan di Sumatera Utara. Ilusrtasi babi mati di Bali (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi0
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana menyatakan bahwa ratusan babi yang mati sejak beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika. Kementerian Pertanian sudah selesai tes laboratorium.

"Kami sudah terima informasi dari Kementerian Pertanian bahwa kematian babi di Bali karena ASF," ujar Wisnuardhana di Denpasar, Bali, Rabu (5/2).

Wisnu mengklaim ada 888 kasus babi mati di Bali hingga 31 Januari. Lalu kasus serupa terjadi dalam jumlah besar di Kabupaten Tabanan dan Gianyar, sehingga babi mati di seluruh Bali mencapai angka ribuan.


Wisnu lalu meminta masyarakat agar tidak risau. Dia memastikan virus ASF yang diidap babi tidak akan menular ke manusia.

"Jadi yang perlu saya sampaikan, masyarakat jangan resah. ASF tidak bersifat menular ke manusia. Tinggal ikuti petunjuk petugas di lapangan," sarannya.

Wisnu mengaku pihaknya sudah mendapat bantuan disinfektan dari Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian. Nantinya, bantuan itu akan disebar kepada para peternak babi.

"Kami sudah sebar ke peternak sekaligus alat semprot. Supaya kandang disemprot agar virus ini dihilangkan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Pemda Bali, lanjut Wisnu, juga telah menerjunkan tim untuk memberikan informasi kepada peternak dan masyarakat. Informasi yang diberikan yakni soal pentingnya kebersihan kandang dan makanan.

Pula, mengenai virus ASF yang tidak menular kepada manusia sehingga masyarakat tak perlu cemas.

"Tim sudah turun ke lapangan. Kemudian kami yakinkan ini tak menular ke manusia. Kami sekarang sedang persiapkan acara kampanye makan masakan babi," katanya.

Wisnu juga memberikan imbauan kepada peternak babi agar tidak sembarangan memberi pakan. Dia menduga begitu banyak kasus babi mati di Bali karena pakan yang diberikan berasal dari limbah.

"Makanan harus sehat. Kalau diberikan pakan dari limbah hotel, restoran, ketering, limbah rumah tangga supaya dimasak dengan baik, karena penularan bisa dari makanan dan kontak langsung," ujarnya.
(put/bmw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK