Perempuan yang akrab disapa Dhani ini menuturkan, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan pulau tersebut. Di antaranya pertimbangan geopolitik hingga kesehatan.
"Kita tidak akan gegabah, harus mempertimbangkan geopolitik, kesehatan, macam-macam. Itu belum final," ujar Dhani saat memberikan keterangan di kantor KSP, Jakarta, Jumat (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih brainstorming. Lokasi di mana, rumah sakit apa, untuk apa masih proses," katanya.
"Pembangunan rumah sakit di pulau khusus itu menunjukkan kesiapsiagaan. Tapi yang harus diingat dalam menyiapkan itu penting bukan seperti isolasi. Hak-hak mereka harus terpenuhi," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Ia membandingkan dengan fasilitas yang disediakan pemerintah Hong Kong untuk mencegah persebaran virus. Menurut Abetnego, Hong Kong memilih menggunakan hotel untuk menjamin hak-hak warganya terpenuhi.
"Jadi faktor-faktor ini yang penting. Fasilitas pasti diperhitungkan oleh pemerintah. Makanya tempat akan dilihat lagi karena sampai sekarang belum ada yang positif (terkena virus) sehingga kami tidak mau menduga-duga," ucap Abet.
Namun belum diputuskan satu dari 100 pulau itu untuk dibangun fasilitas kesehatan demi mencegah penyakit menular tersebut. Pemerintah disebut masih mengkaji pulau-pulau tersebut dari berbagai aspek. (psp/osc)