Mereka kompak memakai pakaian berwarna putih dan bagian wajah dipulas lipstik merah membentuk telapak tangan. Mereka berjejer tepat di depan kantor Mendikbud Nadiem Makarim di dalam komplek kementerian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui pada 15 Januari lalu, Bunga melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialami dirinya kepada Kepolisian Daerah Sumatra Barat. Dalam laporan tersebut diduga pelaku pelecehan adalah dosennya di kampus.
Untuk itu, Beng bersama setidaknya 30 massa aksi mendatangi Kemdikbud dengan maksud bertemu Nadiem.
Aliansi Gerakan Perempuan menggelar aksi diam melawan kekerasan seksual di area kampus, Jakarta, 10 Februari 2020. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti) |
"Sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual," tegas Beng.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa sudah berkumpul di Kemdikbud sejak pukul 08.00 WIB. Awalnya mereka menggelar aksi di dalam komplek Kemdikbud.
[Gambas:Video CNN]
Namun, selang 30 menit aparat kepolisian datang dan meminta massa keluar komplek atau menunggu di perpustakaan. Dari pihak Kemdikbud sendiri menyatakan bakal meminta perwakilan dari Dirjen Dikti menemui mereka.
Namun Beng tak mau menunggu di perpustakaan. Ia mengaku yakin Nadiem ada di kantornya, karena ada acara bersama Google.
"Kita minta [ditemui] orang tertinggi hari ini, ya Pak Nadiem. Hari ini juga ada agenda Google, enggak mungkin banget kalau dia enggak datang," ujarnya.
Acara yang digelar Nadiem bersama Google masih berjalan di Gedung A, Kemdikbud. Namun, diketahui Nadiem tak jadi hadir dan diwakilkan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Harris Iskandar. Pun terlihat hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Aliansi Gerakan Perempuan menggelar aksi diam melawan kekerasan seksual di area kampus, Jakarta, 10 Februari 2020. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)