Kemendikbud Didemo soal Kekerasan Seksual di Kampus

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 14:59 WIB
Aliansi gerakan perempuan menggelar aksi diam di Kemendikbud dengan tujuan melawan kekerasan seksual di area kampus. Aliansi gerakan perempuan menggelar aksi diam di Kemendikbud dengan tujuan melawan kekerasan seksual di area kampus. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aliansi Gerakan Perempuan menggelar aksi diam melawan kekerasan seksual di area kampus sejak pukul 08.00 WIB, Senin (10/2) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan.

Mereka kompak memakai pakaian berwarna putih dan bagian wajah dipulas lipstik merah membentuk telapak tangan. Mereka berjejer tepat di depan kantor Mendikbud Nadiem Makarim di dalam komplek kementerian.

Koordinator aksi Beng mengatakan aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap kasus-kasus kekerasan seksual yang belakangan terjadi di lingkungan kampus. Salah satunya kasus Mahasiswa Universitas Padang, Bunga (bukan nama sebenarnya).


Coretan berbentuk telapak tangan pada bagian mulut sengaja dibuat sebagai bentuk pembungkaman terhadap kasus kekerasan seksual.

Diketahui pada 15 Januari lalu, Bunga melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialami dirinya kepada Kepolisian Daerah Sumatra Barat. Dalam laporan tersebut diduga pelaku pelecehan adalah dosennya di kampus.

"Namun kampus justru meminta Bunga untuk mencabut laporan dan mengancam akan men-drop out jika hal tersebut tidak dilakukan. Kampus menganggap kasus Bunga terlalu remeh, dengan menyatakan kasus yang lebih parah dari apa yang Bunga alami pun tidak sampai ke kepolisian dan media," ujar Beng seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Untuk itu, Beng bersama setidaknya 30 massa aksi mendatangi Kemdikbud dengan maksud bertemu Nadiem.

Perempuan Demo Kemendikbud soal Kekerasan Seksual di KampusAliansi Gerakan Perempuan menggelar aksi diam melawan kekerasan seksual di area kampus, Jakarta, 10 Februari 2020. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Mereka menuntut agar Nadiem memecat dosen terduga pelaku kekerasan seksual terhadap Bunga. Merumuskan aturan yang mewajibkan kampus memiliki sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Dan, mendirikan lembaga independen khusus menindak kasus kekerasan seksual di kampus.

"Sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual," tegas Beng.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa sudah berkumpul di Kemdikbud sejak pukul 08.00 WIB. Awalnya mereka menggelar aksi di dalam komplek Kemdikbud.

[Gambas:Video CNN]
Namun, selang 30 menit aparat kepolisian datang dan meminta massa keluar komplek atau menunggu di perpustakaan. Dari pihak Kemdikbud sendiri menyatakan bakal meminta perwakilan dari Dirjen Dikti menemui mereka.

Namun Beng tak mau menunggu di perpustakaan. Ia mengaku yakin Nadiem ada di kantornya, karena ada acara bersama Google.

"Kita minta [ditemui] orang tertinggi hari ini, ya Pak Nadiem. Hari ini juga ada agenda Google, enggak mungkin banget kalau dia enggak datang," ujarnya.

Acara yang digelar Nadiem bersama Google masih berjalan di Gedung A, Kemdikbud. Namun, diketahui Nadiem tak jadi hadir dan diwakilkan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Harris Iskandar. Pun terlihat hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

(fey/kid)