"Kalau menurut saya sebaiknya ditinjau ulang pembangunan terowongan silaturahim itu," kata Abdul di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (10/2).
Abdul mempertanyakan nilai strategis dari pembuatan terowongan itu oleh Jokowi. Menurutnya, masyarakat saat ini tak membutuhkan 'silaturahmi' dalam bentuk fisik berupa terowongan. Melainkan, kata dia, masyarakat membutuhkan silaturahmi dalam bentuk 'infrastruktur sosial'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul lantas mempercayai bila Indonesia berhasil membangun infrastruktur sosial itu, maka sikap terbuka dan toleransi antara pemeluk agama satu sama lain akan tewujud di Indonesia.
"Sepanjang kita berhasil membangun infrastruktur sosial, terutama menyangkut sikap terbuka, toleran dan saling menghormati, sehingga yang sifatnya simbolis dilakukan dalam bentuk berbeda saja," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan proyek renovasi Masjid Istiqlal rencananya akan meliputi pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan masjid terbesar di Asia Tenggara itu dengan Gereja Katedral. Lokasi Masjid Istiqlal dan Katedral sendiri berhadapan langsung.
Jokowi mengatakan terowongan ini menjadi simbol silaturahmi antara masjid dan gereja. Warga yang ingin ke gereja dari masjid atau sebaliknya dapat melewati terowongan tersebut.
Seperti diketahui, pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal telah dimulai sejak 6 Mei 2019. Renovasi meliputi bagian dalam masjid, seperti kamar mandi dan fasilitas wudhu. (rzr/ain)