Dia mengatakan posisi PAN harus dikembalikan ke tengah bila telah bergerak ke arah kanan pada Pilpres 2019 dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017.
Dalam politik, kanan adalah istilah yang mengacu kepada segmen spektrum politik yang biasanya dihubungkan dengan konservatisme. Di Pilpres 2019 lalu, PAN berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan Demokrat mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pasangan capres dan cawapres.
"Kita harus meluruskan kembali PAN sesuai cita-cita awal yaitu partai miniatur Indonesia, partai yang moderat Islam rahmatan berjuang untuk seluruh kalangan. Oleh karena itu disebut dengan nasionalis religius," kata sosok yang akrab disapa Zulhas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulhas mengajak seluruh kader PAN untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2024. Menurutnya, sejumlah partai politik seperti Gerindra, PDIP, NasDem sudah mempersiapkan diri untuk saling berkoalisi atau membentuk sebuah koalisi baru.
"Partai masing-masing sudah mulai menata diri kan bisa tergambar dengan apa yang terjadi, Gerindra sudah merapat dengan PDIP kemarin, sudah mulai bergerak NasDem akan mencoba membentuk satu koalisi baru," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Dia menegaskan bahwa PKS harus segera menentukan posisi politik dengan memilih teman koalisi yang tepat atau tidak bermusuhan dengan banyak partai politik lain.
"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita," ucap dia.
Zulhas tidak menegaskan bahwa PAN akan masuk koalisi pemerintah. Mengenai hal itu, ia menyatakan akan memutuskannya dalam rapat kerja nasional (rakernas).
Kongres V PAN telah ditutup secara resmi pada Rabu (12/2) siang dengan memutuskan Zulhas sebagai Ketua Umum PAN 2020-2025. Namun, Kongres V PAN tidak melahirkan rekomendasi apapun, termasuk tentang posisi PAN terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (mts/gil)