Zulhas Banting Setir PAN Agar Tak Terlalu ke 'Kanan'

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 16:14 WIB
Zulhas Banting Setir PAN Agar Tak Terlalu ke 'Kanan' Ketum PAN Zulkifli Hasan mengarahkan PAN untuk menghindari label oposisi, namun belum menentukan sikap berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi. (ANTARA FOTO/Jojon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyatakan PAN harus segera meluruskan diri sebagai partai politik moderat yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta saat menutup Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (12/2).

Dia mengatakan posisi PAN harus dikembalikan ke tengah bila telah bergerak ke arah kanan pada Pilpres 2019 dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017.

Dalam politik, kanan adalah istilah yang mengacu kepada segmen spektrum politik yang biasanya dihubungkan dengan konservatisme. Di Pilpres 2019 lalu, PAN berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan Demokrat mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pasangan capres dan cawapres.

"Kita harus meluruskan kembali PAN sesuai cita-cita awal yaitu partai miniatur Indonesia, partai yang moderat Islam rahmatan berjuang untuk seluruh kalangan. Oleh karena itu disebut dengan nasionalis religius," kata sosok yang akrab disapa Zulhas.


"Kalau kita bergerak ke kanan (pada) Pilpres dan pilkada kemarin ini harus kita kanan tengah kita saudara-saudara," imbuhnya.

Zulhas mengajak seluruh kader PAN untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2024. Menurutnya, sejumlah partai politik seperti Gerindra, PDIP, NasDem sudah mempersiapkan diri untuk saling berkoalisi atau membentuk sebuah koalisi baru.

"Partai masing-masing sudah mulai menata diri kan bisa tergambar dengan apa yang terjadi, Gerindra sudah merapat dengan PDIP kemarin, sudah mulai bergerak NasDem akan mencoba membentuk satu koalisi baru," katanya.

Wakil Ketua MPR itu kemudian menyinggung mengenai oposisi. Menurutnya, PAN akan mengalami kerugian bila ikut menjadi oposisi seperti PKS.

[Gambas:Video CNN]



Dia menegaskan bahwa PKS harus segera menentukan posisi politik dengan memilih teman koalisi yang tepat atau tidak bermusuhan dengan banyak partai politik lain.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita," ucap dia.

Zulhas tidak menegaskan bahwa PAN akan masuk koalisi pemerintah. Mengenai hal itu, ia menyatakan akan memutuskannya dalam rapat kerja nasional (rakernas).

Kongres V PAN telah ditutup secara resmi pada Rabu (12/2) siang dengan memutuskan Zulhas sebagai Ketua Umum PAN 2020-2025. Namun, Kongres V PAN tidak melahirkan rekomendasi apapun, termasuk tentang posisi PAN terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (mts/gil)