Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Bullying SMP Purworejo

CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 14:46 WIB
Polisi menetapkan tiga orang yang terekam melakukan tindakan bullying terhadap seorang siswi di SMP Purworejo sebagai tersangka namun tak menahan mereka. Ilustrasi bullying. (Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menetapkan tiga orang tersangka yang terekam melakukan tindakan perundungan atau bullying terhadap seorang siswi di salah satu SMP di Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito saat dikonfirmasi, Kamis (12/2).

Ketiga tersangka ini berinisial TP (16), DF (15), dan UH (15). Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak. Ancaman hukumannya ialah penjara 3 tahun 6 bulan.


Penetapan tersangka itu merupakan pengembangan dari laporan yang dibuat oleh seorang saksi ke aparat kepolisian terkait dengan tindakan perundungan.

"Proses kepolisian tetap berjalan. Proses penyelidikan sudah naik ke penyidikan," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar F. Sutisna menyebut tiga tersangka itu tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun," kata dia, dikutip dari Antara.

Meski tidak ditahan, Iskandar memastikan proses hukum terhadap ketiga tersangka tetap berjalan.

Sebelumnya, video seorang siswi dipukul dan ditendang tiga siswa viral di media sosial sejak beberapa hari lalu. Peristiwa itu diketahui terjadi di salah satu SMP di Purworejo, Jawa Tengah.

Sejauh ini, tiga siswa yang terlihat memukul siswa dalam video sudah ditangkap oleh Polres Purworejo. Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dan juga mengundang orang tua korban.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Purworejo juga membenarkan peristiwa dalam video yang beredar. Bullying itu terjadi di SMP Muhammadiyah, Butuh, Purworejo. Pemkab Purworejo menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengaku sudah menelpon Bupati Purworejo dan kepala sekolah terkait untuk mengurus kasus tersebut.

"Besok (hari ini, Kamis, 13/2) saya minta pengawas sekolah dan dinas untuk turun agar bicara dengan ortu anak-anak itu," kicaunya di Twitter, Rabu (12/2).

(mjo/arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK