"Jadi yang lebih aman dan maslahat kalau kita tak memulangkan mereka," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (13/2).
Lihat juga:Istana: 689 WNI Eks ISIS Stateless |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, Ma'ruf menilai WNI eks ISIS itu tanpa kewarganegaraan akibat ulah mereka sendiri. Sebab, mereka secara sadar bergabung dengan ISIS.
"Status kewarganegaraan mereka itu sudah mereka sendiri yang sudah membuat mereka menjadi lepas dari kewarganegaraan. Dengan dia mengikuti yaitu masuk ke dalam kelompok ISIS, ikut bergabung secara militer ISIS. Oleh karena itu maka kita menganggap ya mereka sudah bukan lagi warga negara," kata dia.
Melihat hal itu, Ma'ruf menyatakan pemerintah akan melakukan antisipasi agar seluruh simpatisan ISIS tak masuk ke Indonesia. Tak hanya ISIS, ia menyatakan pemerintah sudah mengantisipasi jejaring terorisme dunia lain masuk ke Indonesia.
"Yang bekas bekas kombatan baik dari Filipina, maupun dari yang ada di Suriah, maupun Afghanistan, ya kita tetap melakukan antisipasi," kata dia.
"Untuk anak anak terutama khususnya ya anak yatim piatu dan di bawah 10 tahun masih kita pertimbangkan," kata Ma'ruf.
Ia menegaskan pemerintah sedang mengkaji secara mendalam terkait rencana tersebut. Ia tak berkeinginan bila anak-anak eks ISIS itu dapat menimbulkan 'virus' radikalisme ISIS di kemudian hari.
Foto: CNNIndonesia/Fajrian |
Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan ratusan WNI eks ISIS itu sudah dinyatakan stateless. Alasannya, mereka telah membakar paspor dan memiliki keinginan sendiri untuk meninggalkan Indonesia.
Presiden Jokowi pun meminta mendata keseluruhan WNI tersebut dan akan mencegahnya masuk ke Indonesia.
(rzr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Fajrian