Pernyataan itu ia sampaikan merespons sikap Presiden Joko Widodo yang membuka peluang untuk memulangkan anak-anak WNI eks ISIS ke Indonesia.
Menurutnya, memisahkan anak-anak WNI eks ISIS dari orang tuanya memiliki masalah dasar yakni terkait psikologis. Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan pola penanganan anak-anak di bawah umur tersebut setelah dipisahkan dari orang tuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun meminta Jokowi mengkaji rencana tersebut secara hati-hati dan pertimbangan yang matang. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat itu, Jokowi juga harus mengambil langkah yang sesuai dengan kebijakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam persoalan pemulangan WNI eks ISIS.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Nicholas Kamm/AFP) |
Sebelumnya, Jokowi membuka peluang untuk memulangkan anak-anak WNI eks ISIS ke Indonesia.
"Kita memang masih memberikan peluang untuk yang yatim, yatim piatu, yang ada berada pada posisi anak-anak. Tapi kita belum tahu apakah ada atau tidak ada, saya kira pemerintah tegas untuk hal ini," ujar Jokowi saat memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2).
Dari data yang dimiliki, ia menyebut 689 WNI itu sudah termasuk dengan anak-anak. Jokowi telah meminta jajarannya untuk segera memverifikasi identitas setiap WNI itu.
"Dari identifikasi dan verifikasi ini nanti akan kelihatan," katanya.
[Gambas:Video CNN] (mts/pmg)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Nicholas Kamm/AFP)