Politikus Gerindra Minta Jokowi Pulangkan Anak WNI Eks ISIS

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 17:25 WIB
Politikus Gerindra Minta Jokowi Pulangkan Anak WNI Eks ISIS Desmond J. Mahesa meminta Presiden Jokowi memikirkan nasib anak-anak terkait keputusan pemerintah tidak memulangkan WNI eks ISIS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J. Mahesa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memulangkan anak-anak warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS. Desmond merespons sikap pemerintah yang menolak memulangkan para WNI eks ISIS.

Desmond sepakat dengan pemerintah yang memutuskan untuk tidak memulangkan para kombatan atau foreign terrorist fighter (FTF). Sebab memang konstitusi mengatur hal tersebut.


"Tapi apakah semuanya kombatan? Kan tidak, ada istri anaknya. Nah, inilah yang saya bilang tadi pemerintah pro aktif melihat hal ini, pro aktif ini dalam rangka mendata," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2).


Desmond mengatakan pemerintah boleh saja tidak memulangkan para kombatan dengan alasan keamanan penduduk Indonesia. Namun menurutnya nasib para WNI yang masih di bawah umur perlu diberi perhatian khusus.

Desmond meminta pemerintah untuk lebih menitikberatkan pada alasan kemanusiaan soal pemulangan anak-anak. Ia merasa iba jika anak-anak itu menyandang status tanpa kewarganegaraan (stateless).

DPR Minta Jokowi Pulangkan Anak WNI Eks ISISJumlah WNI yang hijrah ke Suriah. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
"Makanya saya bilang tadi kalau ini keponakannya Pak Mahfud bagaimana? Itu kan itu saja hal-hal normal gitu loh. Jadi, jangan membentengi sesuatu hal yang sebenarnya membunuh perasaan-perasaan kemanusiaan," ucap dia.

Sebelumnya, pemerintah menggelar rapat terbatas khusus membahas keberadaan WNI eks ISIS di Timur Tengah. Pemerintah memutuskan untuk tidak memulangkan 689 orang WNI eks ISIS.

Meski begitu, Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan pemerintah masih mempertimbangkan penanganan anak WNI eks ISIS. Pemerintah sedang menimbang kemungkinan memulangkan anak berusia di bawah 10 tahun.

"Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan, tapi case by case. Ya, lihat aja apakah ada orang tuanya atau tidak, yatim piatu," kata Mahfud di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)