Bapeten Cari Sumber Radiasi Radioaktif di Perum Batan Indah

CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 10:39 WIB
Bapeten Cari Sumber Radiasi Radioaktif di Perum Batan Indah ilustrasi radiasi bioaktif (Istockphoto/Milos Dimic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan mengungkapkan tim gabungan Bapeten dan Batan telah melakukan upaya pencarian sumber yang jadi penyebab kenaikan nilai paparan radiasi di perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan.

Kegiatan pencarian telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020 yang menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif.

"Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal," tulis Indra Gunawan dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (15/2).


"Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut, dan perlu dilakukan kegiatan dekontaminasi dengan cara pengambilan/pengerukan tanah yang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi."

"Untuk alasan keselamatan, warga dihimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli."


Kenaikan nilai radiasi radioaktif ini ditemukan di lingkungan tanah kosong di samping lapangan voli blok J. Sedangkan laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah blok H, I, J dan lapangan voli blok J terukur pada batas normal.

Pengukuran nilai radiasi radioaktif ini dilakukan pada tanggal 30-31 Januari 2020 oleh Bapeten dengan menggunakan unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS-MONA) di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.


Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut di atas, dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.

Tim Batan dan Bapeten telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang atau terjadi pencemaran.

Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah pelaksanaan kegiatan dekontaminasi, diperoleh hasil bahwa laju paparan mengalami penurunan yang signifikan, namun masih tetap di atas nilai normal, sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal.

"Tim BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi." (chs)


ARTIKEL TERKAIT