Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, pihaknya baru sebatas berkoordinasi dengan penyelenggara terkait rencana aksi itu.
"Kalau pemberitahuan sampai hari ini belum. Mudah-mudahan hari ini masuk, karena biasanya H-2, H-3 setiap ada kegiatan baru masuk ke Polda Metro Jaya," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Yusri, kepolisian telah menyiapkan personel untuk pengamanan aksi tersebut. Namun, kata Yusri, belum diketahui berapa personel yang bakal diterjunkan.
Aksi 212 rencananya bakal dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.
[Gambas:Video CNN]
Sekretaris Umum FPI, Munarman mengatakan aksi itu dilakukan lantaran aparat penegak hukum dianggap belum menunjukan sikap serius untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga merugikan negara triliunan rupiah.
"Seruan untuk aksi antikorupsi 21 Februari. Sekaligus juga ajakan tangkap para koruptor," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/2).
Sekretaris Umum FPI Munarman. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Kemudian, kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang menjerat Honggo Wendratno dan merugikan negara sekitar Rp36 triliun.
Selanjutnya kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya yang ditaksir merugikan Rp13,7 triliun dan dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata (Asabri) yang ditaksir merugikan hingga Rp10 triliun.
