Tanpa Gejala, Virus Corona di Kapal Pesiar Diduga Bermutasi

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 21:04 WIB
Tanpa Gejala, Virus Corona di Kapal Pesiar Diduga Bermutasi Kemenkes menjelaskan soal mutasi virus corona di kapal pesiar, Jepang. Ada ABK positif corona tanpa menunjukkan gejala sebelumnya. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gejala infeksi virus corona atau Covid-19 di kapal pesiar Diamond Princess, Jepang, berbeda dengan gejala awal kemunculan virus tersebut di China. Pada awal kemunculannya, orang terinfeksi corona akan menunjukkan demam tinggi disertai flu dan batuk, namun di kapal pesiar Diamond Princess beberapa orang tidak menunjukkan gejala tersebut.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Achmad Yurianto mengatakan ada kemungkinan virus tersebut bermutasi. Mutasi virus menyebabkan gejala klinis menjadi lebih ringan.

"Dengan munculnya episentrum yang baru di kapal, dan dilihat dari tren penyakitnya seperti apa yang terjadi di China, maka pada kelompok ini sudah dikhawatirkan munculnya mutasi baru dari Covid-19," kata Achmad saat menggelar konferensi pers di Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/2).

Dia menjelaskan terdapat perbedaan gejala klinis dalam mutasi virus tersebut. Seorang yang positif terkena virus corona bahkan dilaporkan tanpa gejala, atau hanya mengalami flu biasa.


"Ada ABK yang setelah 14 hari tidak menunjukkan gejala apapun, tapi setelah tes ternyata dia positif Covid," lanjutnya.

Achmad mengatakan pihaknya akan melakukan observasi kepada 74 Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess selama 28 hari, sesuai dengan rekomendasi WHO. Sedangkan untuk empat orang ABK yang telah positif corona akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit Jepang.

"Opsinya jika 74 ABK itu pulang ke Indonesia akan diobservasi 28 hari sesuai permintaan WHO, tempatnya belum ditentukan ya," ujarnya.

Mutasi Virus, Gejala Virus Corona di Kapal Pesiar JepangVirus corona menyebar di Kapal Pesiar Diamond Princess, Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Achmad mengatakan penyebaran corona lebih rentan di kapal karena ruang gerak yang sempit, sehingga memungkinkan kontak langsung lebih sering.

Angkapenularannya pun dinilai lebih tinggi di banding China yang hanya lima persen.


"Angka penularan Covid di kapal sampai 15 persen," tegasnya.

Sementara ini pihaknya masih menunggu keputusan presiden terkait penjemputan ABK asal Indonesia.

Saat ini, terdapat 78 WNI yang bekerja sebagai ABK di Kapal Pesiar Diamon Princess. Empat orang di antaranya telah positif terinfeksi virus corona dan menjalani perawatan di rumah sakit Jepang, sementara 74 orang lainnya menjadi Pasien dalam Pengawasan (PDP).

Selain itu, Kemenkes juga masih menunggu kepastian kepulangan lebih dari 200 WNI yang ada dalam Kapal Pesiar World Dream di perairan Hongkong. Pemeriksaan kesehatan menyatakan seluruhnya negatif virus corona.


[Gambas:Video CNN] (mel/pmg)