Dia pun meminta agar masyarakat memercayakan kepada negara segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pemulangan anak-anak eks ISIS ini.
"Percayakan saja ke negara, dirawat bagaimana dan sebagainya, negara itu sudah menyiapkan segalanya," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, setiap perkembangan memang tak bisa dibuka seluruhnya ke publik. Mahfud khawatir akan banyak pihak yang nantinya justru mendatangi anak-anak itu saat mereka telah berhasil kembali ke Indonesia.
Dalam kesempatan berbeda, Mahfud mengatakan pemerintah kemungkinan telah menyediakan perumahan khusus bagi anak-anak WNI eks ISIS ini.
Hal itu dikatakan Mahfud kala dirinya hadir dalam acara penyampaian perkembangan analisa dan evaluasi sistem penanganan perkara tindak pidana terpadu berbasis teknologi informasi (SPPT-TI).
"Mungkin negara punya sendiri perumahan yang akan disediakan," kata Mahfud.
Lihat juga:Mahfud: Paspor WNI Eks ISIS Sudah Diblokir |
Mahfud juga memastikan pemerintah tengah mengantisipasi segala bentuk ancaman yang bisa disebabkan WNI eks ISIS dewasa. Paspor Indonesia milik mereka pun telah diblokir.
Pemblokiran ini kata Mahfud dilakukan terus menerus. Setiap kali teridentifikasi WNI eks Isis, maka akan segera dilaporkan ke pihak Kemenkumham untuk dilakukan pemblokiran.
"Menyiapkan juga antisipasi kalau ada rembesan orang yang tidak diketahui paspornya dibakar, tiba-tiba dia masuk dari Singapura," kata Mahfud.
"Singapura kan ke sini bebas Visa. Nah seperti itu, agak-agak rumitlah. Pokoknya pemerintah sedang berjalan mengerjakan itu, dan yang dipercaya secara teknis adalah BNPT," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN]
(tst/end)